Padang, Rakyatterkini.com – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Barat bekerja sama dengan Pemerintah Kota Padang dan Perum Bulog Sumbar menggelar persiapan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di 104 kelurahan di Kota Padang.
Kegiatan ini juga sekaligus menjadi momentum sosialisasi pembayaran digital melalui QRIS.
Acara yang berlangsung di Aula BI Sumbar, Senin (23/2), dihadiri oleh Kepala Perwakilan BI Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram; Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir; Pemimpin Perum Bulog Sumbar, R. Dharma Wijaya; serta seluruh camat dan lurah se-Kota Padang.
Mohamad Abdul Majid Ikram menjelaskan, kegiatan ini dilakukan untuk menekan potensi lonjakan harga komoditas strategis yang sering memicu inflasi, seperti beras, minyak goreng, gula, cabai, dan bawang merah. Sinergi antara BI, pemerintah kota, dan Bulog bertujuan memastikan ketersediaan pasokan dan menjaga harga tetap terjangkau, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H.
“Bank Indonesia bekerja sama dengan pemerintah kota dan Bulog sebagai penyuplai utama. Kami juga melibatkan kelompok tani binaan cabai dan bawang merah untuk mendukung GPM serta operasi pasar,” ujar Ikram.
Selain pelaksanaan serentak di 104 kelurahan, BI Sumbar dan Bulog membuka layanan pangan murah di beberapa lokasi strategis. Di Pasar Raya Padang, kegiatan berlangsung selama satu minggu, 23–27 Februari 2026, yang juga menyediakan layanan penukaran uang. Sementara itu, di Pasar Bawah Bukittinggi, GPM digelar selama tiga hari, 24–26 Februari 2026, untuk menjangkau lebih banyak masyarakat di Sumatera Barat.
Salah satu inovasi dalam GPM tahun ini adalah integrasi pembayaran digital. Masyarakat yang membeli beras melalui Bulog di titik yang disediakan akan mendapat tambahan gratis satu liter minyak goreng dari Bank Indonesia. Khusus bagi yang menggunakan QRIS, akan ada insentif tambahan berupa cabai atau bawang merah sebagai edukasi sekaligus dorongan penggunaan pembayaran non-tunai.
BI Sumbar juga memberi tantangan kepada perangkat kelurahan. Kelurahan dengan volume penjualan beras dan minyak goreng tertinggi akan mendapat penghargaan sebagai bentuk apresiasi dan motivasi pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, BI Sumbar berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menjaga tarif angkutan darat agar tidak melonjak signifikan selama Ramadan dan Idulfitri. Langkah ini dinilai penting untuk menekan biaya distribusi dan menjaga daya beli masyarakat.
R. Dharma Wijaya menegaskan, Bulog siap memenuhi kebutuhan beras dan minyak goreng tanpa batas kuota selama permintaan masih tinggi. Untuk gula pasir dan komoditas lain, distribusi akan disesuaikan dengan permintaan Pemerintah Kota Padang. Ia menambahkan, program GPM akan diperluas ke kabupaten/kota lain di Sumbar, termasuk wilayah sampel penghitungan Indeks Harga Konsumen seperti Dharmasraya, Pasaman Barat, dan Bukittinggi.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mengapresiasi dukungan BI dan Bulog. Ia meminta seluruh camat dan lurah aktif mengawal pelaksanaan GPM agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kami meminta camat dan lurah menyiapkan lokasi dan personel agar kegiatan ini berjalan lancar dan tepat sasaran,” katanya.(da*)


