Padang Aro, Rakyatterkini.com– Pemerintah Kabupaten Solok Selatan terus mengintensifkan upaya mencari sumber pembiayaan di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) guna menopang pembangunan daerah. Langkah ini ditempuh menyusul berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat dalam dua tahun terakhir.
Pada tahun anggaran 2026, Solok Selatan berhasil mengamankan pendanaan non-APBD sebesar Rp 264 miliar atau sekitar 34 persen dari total APBD. Dana tersebut dialokasikan untuk mendukung berbagai program strategis daerah.
Wakil Bupati Solok Selatan, H. Yulian Efi, menyampaikan hal itu saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Sungai Pagu yang digelar di Kantor Camat Sungai Pagu, Rabu (11/2/2026).
“Pada 2026 ini, Kabupaten Solok Selatan memperoleh dukungan anggaran dari luar APBD sebesar Rp 264 miliar atau setara 34 persen dari total APBD,” ujar Yulian.
Ia merinci, pendanaan tersebut akan dimanfaatkan antara lain untuk program stimulan perumahan swadaya sebanyak 300 unit senilai Rp 6 miliar. Selain itu, pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sungai Aro mendapat alokasi Rp 42 miliar, yang didukung jaringan sambungan rumah melalui APBD sebesar Rp 2,5 miliar.
Pendanaan non-APBD juga dialokasikan untuk pembangunan dua unit jembatan gantung senilai Rp 20 miliar, serta kegiatan preservasi jalan dan jembatan pada sejumlah ruas strategis. Program lainnya meliputi Inpres Jalan Daerah, pengendalian banjir Batang Suliti dan Batang Bangko, hingga peningkatan ruas jalan Padang Aro–Lubuk Malako–Abai–Sungai Dareh.
Menurut Yulian, pemerintah daerah masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait akses dan konektivitas wilayah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta optimalisasi pelayanan pemerintahan.
“Karena itu, arah kebijakan pembangunan daerah ke depan difokuskan pada penguatan daya saing melalui peningkatan kualitas SDM, produktivitas, serta hilirisasi ekonomi daerah, dengan tetap menempatkan program unggulan sebagai prioritas,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Solok Selatan yang diwakili Anggota DPRD Albert Arifin menegaskan komitmen DPRD dalam mengawal seluruh proses perencanaan pembangunan daerah. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan pembangunan yang dianggarkan dalam APBD dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Solok Selatan.
“Setiap kegiatan pembangunan disusun dan dilaksanakan berdasarkan skala prioritas, kemampuan keuangan daerah, serta kewenangan pemerintah daerah,” ungkapnya.
Ia juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan forum Musrenbang sebagai sarana menyampaikan usulan pembangunan yang benar-benar dibutuhkan di wilayah masing-masing.
Dalam Musrenbang Kecamatan Sungai Pagu untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027, sejumlah usulan dibagi ke dalam tiga bidang utama. Pada sektor infrastruktur dan pengembangan wilayah, diusulkan pemeliharaan berkala jalan di Jorong Ipuah Pasir Jambu, penyediaan sarana prasarana dan utilitas umum (PSU) di Jorong Kiambang Jaya, pembangunan jembatan di Nagari Bomas, serta rehabilitasi jalan di Kampung Tarandam.
Di bidang ekonomi, usulan mencakup pembangunan dan rehabilitasi sarana olahraga di Pasir Talang, Pasir Talang Barat, dan Sako Selatan Pasia Talang, serta penataan dan perbaikan fasilitas destinasi wisata di Jorong Kampung Nan Limo dan Jorong Lubuk Jaya.
Sementara pada sektor pemerintahan dan pembangunan manusia, diusulkan pembangunan pagar, sanitasi, toilet, area parkir, halaman, dan lapangan di tiga sekolah dasar.
Kegiatan Musrenbang tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Solok Selatan Dr. H. Syamsurizaldi, anggota DPRD, unsur Forkopimcam, jajaran kepala OPD, serta perwakilan masyarakat.(Alwis)


