Jakarta, Rakyatterkini.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, optimistis praktik parkir liar di kawasan Tanah Abang yang mematok tarif hingga Rp100 ribu dapat segera dikendalikan dalam waktu dekat.
Ia menyampaikan, aparat gabungan telah diterjunkan untuk menata kondisi di lapangan. “Satpol PP, kepolisian, hingga unsur TNI sudah bergerak. Saya yakin dalam dua sampai tiga hari situasinya akan jauh lebih tertib,” ujar Rano saat ditemui di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026).
Rano menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak memberi ruang bagi praktik parkir ilegal di sentra perdagangan tersebut. Menurutnya, kepadatan di Tanah Abang meningkat signifikan karena masyarakat mulai berburu kebutuhan menjelang Ramadan dan Idulfitri, sehingga arus lalu lintas kerap tersendat.
Pemprov, lanjutnya, akan mengambil langkah tegas terhadap juru parkir liar yang memanfaatkan situasi tersebut. Penindakan dilakukan melalui proses hukum maupun pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang. “Ada yang ditindak, ada yang dibina. Harapannya kondisi segera membaik,” katanya.
Sementara itu, aparat kepolisian telah mengamankan delapan pria yang diduga berperan sebagai preman berkedok juru parkir di Tanah Abang. Mereka disebut menetapkan tarif parkir tidak wajar, yakni Rp100 ribu untuk mobil dan Rp60 ribu bagi sepeda motor.
Kapolsek Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, menjelaskan para terduga pelaku telah dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.
Ia menambahkan, langkah cepat ini diambil untuk merespons isu yang sempat viral sekaligus menjaga ketertiban dan keamanan wilayah. “Kami mengambil tindakan agar persoalan ini tidak berkembang lebih jauh dan situasi tetap kondusif,” ujarnya.(da*)


