Notification

×

Iklan

30 Tim Turun ke 17 Kecamatan Serap Aspirasi Warga

Rabu, 25 Februari 2026 | 10:33 WIB Last Updated 2026-02-25T03:33:00Z

30 Tim Safari Ramadhan Padang Pariaman Pencar ‘Jemput Bola’ Aspirasi Warga

Padang Pariaman, Rakyatterkini.com– Safari Ramadhan Kabupaten Padang Pariaman tahun ini menghadirkan pendekatan baru. Bupati John Kenedy Azis menginstruksikan 30 tim yang dilepasnya untuk memanfaatkan kunjungan ke surau dan masjid bukan sekadar seremoni, tetapi sebagai ajang menyerap aspirasi dan menjemput langsung persoalan masyarakat.

Selasa malam (24/2/2026), rombongan yang terdiri dari unsur Forkopimda, DPRD, dan kepala OPD bergerak serentak menyasar 30 nagari di 17 kecamatan.

Bupati John Kenedy Azis menekankan bahwa tujuan safari bukan hanya memberi sambutan di mimbar, melainkan membuka ruang dialog yang selama ini terkadang terhalang oleh jarak birokrasi.

“Safari Ramadhan ini momentum untuk meruntuhkan sekat. Jangan hanya datang, duduk, lalu pulang. Dengarkan keluhan warga, mulai dari kondisi jalan rusak, ekonomi nagari, hingga pemulihan pasca-bencana,” ujarnya saat melepas tim dalam acara buka bersama.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap syiar Islam dan perbaikan sarana publik, pemerintah kabupaten menyediakan hibah senilai Rp15 juta untuk setiap rumah ibadah yang dikunjungi. Bantuan ini diharapkan menjadi pemicu swadaya masyarakat dalam memperindah dan merawat masjid, mushalla, maupun surau sebagai pusat peradaban nagari.

Selain nuansa religius yang kental, pemerintah menekankan stabilitas sosial. TNI, Polri, serta tokoh adat seperti Ninik Mamak dan Bundo Kanduang dilibatkan untuk memastikan bulan Ramadhan tetap suci dari praktik negatif seperti perjudian dan penyalahgunaan narkoba.

Kunjungan maraton selama tiga hari (24–26 Februari) juga menjadi kesempatan pertama menampilkan visi besar “Padang Pariaman Maju dan Sejahtera 2025–2030”. Melalui dialog di halaman masjid, pemerintah ingin memastikan pembangunan ekonomi dan peningkatan kualitas SDM sesuai kebutuhan nyata masyarakat.

Di lapangan, dialog berlangsung hangat. Warga tidak hanya mengharapkan bantuan simbolis, tetapi juga menaruh harapan besar pada keberlanjutan perhatian pemerintah. Isu infrastruktur dan penguatan ekonomi pasca-bencana menjadi catatan utama yang dibawa tim ke meja kebijakan kabupaten.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update