Notification

×

Iklan

Warga Sepanjang Sungai Muaro Pisang Takut Banjir Susulan

Minggu, 04 Januari 2026 | 21:34 WIB Last Updated 2026-01-04T14:34:00Z

Banjir bandang berulang yang terjadi di Jorong Pasar Maninjau, Kabupaten Agam. 

Lubukbasung, Rakyatterkini.com – Rasa cemas menyelimuti warga yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Muaro Pisang, Jorong Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menyusul ancaman banjir bandang susulan.

“Saya takut tinggal di rumah karena banjir bandang bisa datang kapan saja, baik saat hujan maupun cuaca panas,” ungkap Wita, warga Pasar Maninjau, Minggu (4/1/2026).

Sejak bencana banjir bandang melanda wilayah tersebut, warga hampir tidak bisa tidur nyenyak setiap malam. Kekhawatiran mereka semakin bertambah dengan terdengarnya suara gemuruh dari hulu sungai dan peristiwa longsor di perbukitan Jalan Kelok 25 pada Rabu (31/12).

Akibatnya, banyak warga memilih mengungsi ke mushala, rumah warga, dan lokasi lainnya. Jumlah pengungsi meningkat dari 25 kepala keluarga menjadi 44 kepala keluarga.

“Di mushala tempat kami mengungsi sekarang ada 44 kepala keluarga dengan ratusan orang,” ujar Wita. Ia menambahkan, dirinya bersama suami dan anak-anak telah mengungsi selama tujuh hari karena rumahnya sangat dekat dengan aliran sungai.

Anggota DPRD Agam, Albert, menilai masalah luapan Sungai Muaro Pisang merupakan persoalan serius yang harus segera ditangani karena berdampak langsung pada permukiman warga.

“Perlu ada kajian ilmiah terkait kondisi tanah di hulu sungai, khususnya perbukitan di kawasan Salingka Danau Maninjau,” kata Albert. Ia berharap pemerintah daerah maupun pusat segera mengambil langkah nyata untuk mencegah banjir bandang susulan.

Sebelumnya, Bupati Agam Benni Warlis menekankan bahwa penanganan banjir bandang harus dilakukan melalui kajian teknis berbasis ilmu pengetahuan untuk mengetahui masalah di hulu sungai.

“Penanganan harus melihat pergerakan material dari hulu hingga hilir. Kami meminta Pemprov Sumatera Barat bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) V melakukan peninjauan lapangan,” ujarnya.

Benni menambahkan, tanpa upaya penanganan menyeluruh, potensi banjir bandang tetap ada, baik saat hujan maupun dalam kondisi cuaca cerah.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update