Notification

×

Iklan

Warga Pasirlangu Diminta Waspadai Longsor Susulan

Minggu, 25 Januari 2026 | 21:33 WIB Last Updated 2026-01-25T14:33:00Z

Badan Geologi mengingatkan untuk mewaspadai potensi longsor susulan.

Jakarta, Rakyatterkini.com – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengimbau warga Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi yang panjang.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa peristiwa longsor yang terjadi dipicu oleh tingginya curah hujan sebelum hingga saat kejadian. Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan tekanan air dalam tanah, menurunkan kekuatan geser, dan berujung pada kegagalan lereng.

Selain faktor hujan, karakteristik geologi setempat juga berperan besar. Wilayah Desa Pasirlangu didominasi oleh batuan gunung api tua yang telah mengalami pelapukan, dengan kemiringan lereng yang terjal serta adanya rekahan dan struktur sesar geologi yang memperlemah kestabilan tanah.

Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT), area terdampak termasuk dalam kategori zona kerentanan menengah. Pada zona ini, potensi gerakan tanah dapat meningkat, khususnya pada lereng yang telah mengalami gangguan alami maupun akibat aktivitas manusia, terutama ketika hujan lebat terjadi dalam waktu lama.

Aktivitas pemotongan lereng untuk pembangunan permukiman dan akses jalan, ditambah sistem drainase permukaan yang belum memadai, turut memperbesar risiko longsor serta mengurangi stabilitas lereng di kawasan perbukitan tersebut.

Lana menegaskan bahwa kejadian ini mencerminkan kuatnya keterkaitan antara morfologi lereng yang curam, kondisi batuan vulkanik yang telah lapuk, struktur geologi, serta pengaruh curah hujan tinggi dalam memicu longsor berskala luas.

Sehubungan dengan itu, Badan Geologi mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi longsor agar segera mengungsi ke tempat yang lebih aman. Pasalnya, wilayah tersebut merupakan daerah perbukitan dengan tingkat kepadatan permukiman dan aktivitas pemanfaatan lahan yang cukup tinggi.

Warga yang bermukim di sekitar lereng curam juga diminta untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama saat dan setelah hujan deras, mengingat potensi terjadinya gerakan tanah susulan masih cukup besar.

Dalam penanganan bencana, Badan Geologi turut menekankan pentingnya keselamatan petugas di lapangan. Proses penanganan longsor maupun pencarian korban disarankan tidak dilakukan saat dan setelah hujan lebat, karena risiko terjadinya longsor susulan masih tinggi dan dapat membahayakan petugas.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update