Notification

×

Iklan

Wali Kota Pariaman Laporkan Dampak Bencana ke Mendagri

Minggu, 11 Januari 2026 | 20:15 WIB Last Updated 2026-01-11T13:38:37Z

Wali Kota Pariaman, Yota Balad

Pariaman, Rakyatterkini.com - Wali Kota Pariaman, Yota Balad, memaparkan kondisi kerusakan akibat bencana hidrometeorologi yang melanda Kota Pariaman pada Desember 2025 dalam rapat koordinasi pemulihan pascabencana wilayah Sumatera bersama Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian. 

Rapat tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (9/1/2026).

Rapat virtual ini diikuti oleh seluruh kepala daerah se-Sumatera Barat dari ruang kerja masing-masing. Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap percepatan pemulihan pascabencana, terutama bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan sedang hingga berat agar segera mendapatkan bantuan dan dapat kembali menjalani aktivitas normal.

Tito Karnavian menekankan pentingnya keakuratan data sebagai dasar penyaluran bantuan. Ia meminta pemerintah daerah segera menetapkan data kerusakan rumah berdasarkan klasifikasi rusak ringan, sedang, dan berat melalui keputusan kepala daerah. 

Data tersebut kemudian disampaikan kepada gubernur untuk diteruskan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Sosial.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Yota Balad menyampaikan gambaran terkini dampak bencana hidrometeorologi di Kota Pariaman yang dipicu oleh curah hujan tinggi disertai angin kencang. Ia mengungkapkan, puluhan rumah warga mengalami kerusakan akibat kejadian tersebut.

“Secara keseluruhan terdapat 55 rumah yang terdampak, dengan 10 unit di antaranya mengalami kerusakan berat,” kata Yota Balad.

Selain permukiman, bencana juga berdampak pada sektor pendidikan. Tiga sekolah menengah pertama (SMP) dilaporkan mengalami kerusakan, bahkan satu di antaranya saat ini harus dipasangi penyangga untuk mencegah bangunan roboh. 

Tak hanya itu, tiga lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) juga terdampak dan kini tengah menjalani proses rehabilitasi.

Kerusakan juga meluas ke infrastruktur jalan kabupaten/kota. Yota Balad menyebutkan, sejumlah ruas jalan belum dapat ditangani karena tingkat kerusakan yang cukup parah, termasuk tiga titik jalan yang terputus total. 

Ia juga meminta perhatian pemerintah pusat terhadap perbaikan jembatan gantung yang selama ini menjadi akses penting bagi anak-anak menuju sekolah.

“Kami juga mengajukan permohonan normalisasi aliran Sungai Batang Mangor sepanjang kurang lebih 14 kilometer karena kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan,” ujarnya.

Di sektor pertanian, bencana hidrometeorologi turut menimbulkan dampak signifikan. Sekitar 800 hektare lahan pertanian dilaporkan terendam banjir, yang berdampak langsung pada mata pencaharian masyarakat.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Yota Balad berharap pemerintah pusat dapat segera merealisasikan bantuan, baik untuk perbaikan fasilitas umum, infrastruktur, lahan pertanian, maupun normalisasi sungai, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

“Kami berharap bantuan ini dapat segera direalisasikan agar fasilitas dan infrastruktur yang rusak bisa kembali dimanfaatkan oleh masyarakat,” pungkasnya. (suger)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update