Notification

×

Iklan

Wagub Sumbar Desak Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan Nenek di Pasaman

Selasa, 06 Januari 2026 | 15:33 WIB Last Updated 2026-01-06T09:10:22Z

Wagub Sumbar Vasko Ruseimy dan Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta.

Padang, Rakyatterkini.com – Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Vasko Ruseimy, mendesak penegak hukum segera menuntaskan kasus penganiayaan terhadap seorang nenek bernama Saudah (68) di Kabupaten Pasaman. 

Desakan itu disampaikan usai Apel Gabungan ASN Pemprov Sumbar, Senin (5/1/2025), ketika Vasko menemui Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta.

Vasko menegaskan, kekerasan terhadap perempuan lanjut usia merupakan perbuatan yang tak bisa ditoleransi. Ia meminta agar para pelaku segera ditangkap dan diproses secara hukum.

“Saya minta agar pelaku segera ditangkap, Pak Kapolda,” tegas Wagub Vasko. Ia menilai tindakan itu sebagai perbuatan “kurang ajar” karena menyasar korban yang tak berdaya, dan menekankan agar kasus ini tidak dibiarkan berlarut-larut.

Menanggapi hal tersebut, Kapolda Sumbar langsung menghubungi Kapolres Pasaman, AKBP Muhammad Agus Hidayat, untuk meminta laporan perkembangan penanganan kasus. 

Kapolres menyampaikan penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan korban, dan mengantongi enam nama terduga pelaku. Korban juga telah menjalani visum sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Kapolda meminta penyidikan dipercepat agar kasus segera terang benderang. “Saya malu kalau tidak bisa menuntaskan kasus ini, apalagi Pak Wagub sudah menaruh perhatian,” ujarnya.

Wagub Vasko menegaskan kembali agar Kapolres menindaklanjuti kasus ini sampai pelaku ditangkap. Ia mengapresiasi langkah awal penyelidikan, namun menekankan penegakan hukum harus tegas tanpa kompromi.

“Terima kasih Pak Kapolres. Segera tangkap pelakunya. Tidak peduli siapa pun yang mendukungnya, kasus ini harus ditindak. Ini terlalu keterlaluan,” ucap Vasko.

Kasus ini bermula pada Kamis (1/1/2026) di Nagari Padang Mantinggi, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, ketika Saudah ditemukan warga dalam kondisi wajah lebam dan kedua matanya membiru, diduga akibat penganiayaan di sekitar aliran sungai. 

Dugaan awal mengarah pada keterlibatan kelompok penambang ilegal, namun polisi masih mendalami fakta di lapangan.

Saudah kini menjalani perawatan medis akibat luka yang dideritanya. Dalam keterangannya, ia menegaskan niatnya hanya meminta agar aktivitas di lokasi dihentikan pada siang hari, bukan melarang sepenuhnya. 

Namun saat menyorotkan senter ke arah beberapa orang, ia tiba-tiba dilempari batu, dipukuli, dan diseret ke semak-semak hingga sempat tak sadarkan diri. Warga kemudian menemukannya dalam kondisi terluka parah dan membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat.

Polisi masih menelusuri dugaan keterlibatan para pelaku yang kerap beraktivitas di area sungai, dan menegaskan akan memproses kasus ini hingga tuntas. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update