
RAKYATTERKINI.COM - Misi berat menanti Persijap Jepara pada pekan ke-16 BRI Super League 2025/26. Laskar Kalinyamat harus bertandang ke markas raksasa ibu kota, Persija Jakarta, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (3/1/2026) sore ini.
Kickoff pukul 15.30 WIB. Secara hitung-hitungan di atas kertas, duel ini jelas tidak seimbang. Persijap masih terpuruk di papan bawah klasemen, tepatnya di peringkat ke-17 dengan koleksi sembilan poin dari 15 laga.
Catatan dua kemenangan, tiga hasil imbang, dan 10 kekalahan membuat mereka masih berkutat di zona degradasi.
Sementara itu, Macan Kemayoran tampil perkasa di papan atas. Persija kini bertengger di posisi ketiga klasemen dengan raihan 32 poin dan masih berada di jalur perburuan gelar juara.
Meski demikian, perbedaan kelas tersebut tak menyurutkan semangat Persijap. Pelatih Persijap Jepara, Divaldo Alves, menegaskan timnya datang ke Jakarta dengan tekad bangkit dan target mencuri poin.
Pelatih asal Portugal itu menyebut laga melawan Persija menjadi momentum kebangkitan setelah kekalahan telak 0-4 dari Persebaya Surabaya pada laga tunda pekan ke-8. Menurutnya, fokus utama tim saat ini adalah membenahi aspek taktik dan mental bertanding.
“Kami menjalani persiapan dengan fokus pada taktikal dan mental. Dari pertandingan sebelumnya, kami ingin bangkit. Kami ingin meningkatkan mental pemain. Saya melihat kondisi pemain bagus, mereka punya keinginan dan fighting spirit dalam latihan,” ujar Divaldo Alves.
Ia menanamkan satu prinsip penting kepada para pemainnya, setiap pertandingan adalah laga final. Filosofi itu dinilainya krusial, mengingat posisi Persijap yang masih berada di zona merah degradasi.
Divaldo juga menyadari kekuatan Persija, terlebih Macan Kemayoran akan bermain di hadapan pendukungnya sendiri di GBK.
“Kita tahu Persija sempat kalah dari Semen Padang, tapi kemudian mereka kembali menang. Mereka pasti fokus untuk meraih hasil terbaik, apalagi main di depan suporternya,” ucapnya, dikutip dari ileague.id.
Kendati menghadapi tekanan besar, Divaldo memastikan Persijap tidak akan datang sebagai pelengkap penderitaan.
“Kami datang dengan fighting spirit. Seperti yang saya katakan, semua pertandingan adalah final. Kami butuh poin untuk keluar dari zona degradasi. Mudah-mudahan kami bisa pulang dengan hasil positif,” tegasnya. (*)

