Notification

×

Iklan

Tanah Datar Usulkan Kembali Pembangunan Sabo Dam Pasca Banjir

Minggu, 25 Januari 2026 | 20:45 WIB Last Updated 2026-01-25T13:45:00Z

Seorang warga berjalan di kawasan sabo dam yang jebol diterjang banjir bandang 

Batusangkar, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali mengajukan pembangunan sabo dam untuk menanggulangi kerusakan akibat banjir bandang di Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan.

Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menjelaskan bahwa pada 2026, pihaknya mengusulkan pembangunan sabo dam di Jorong Duo Koto, Nagari Guguak Malalo, yang sebelumnya rusak parah akibat banjir bandang.

“Di tahun ini, kita kembali mengajukan pembangunan sabo dam, salah satunya di Jorong Duo Koto, yang terdampak banjir bandang,” ujar Eka Putra di Tanah Datar, Minggu.

Sebelumnya, Pemkab Tanah Datar juga telah mengusulkan pembangunan tiga sabo dam lain menyusul bencana banjir lahar dingin Gunung Marapi. Pembangunan infrastruktur pengendali sumber daya air tersebut diperkirakan menelan anggaran hingga Rp249 miliar dan dijadwalkan segera memasuki tahap pengerjaan.

Tiga sabo dam tersebut rencananya dibangun di Batang Lona, Nagari Sungai Jambu, Kecamatan Pariangan; Batang Anai, Nagari Singgalang, Kecamatan X Koto; serta Batang Pagu-Pagu, Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto.

Eka Putra menekankan pentingnya pembangunan sabo dam di Jorong Duo Koto. Aliran Batang Malalo selama ini dimanfaatkan masyarakat untuk irigasi persawahan, serta memenuhi kebutuhan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas).

Sementara itu, Wali Nagari Guguak Malalo, Mulyadi, mengatakan banjir bandang yang melanda akhir November 2025 menyebabkan sabo dam di Jorong Duo Koto jebol. Ia menambahkan bahwa bencana tersebut terjadi di tiga titik, sehingga setidaknya dibutuhkan tiga sabo dam untuk mencegah terulangnya bencana serupa.

“Khusus di Jorong Duo Koto, material banjir berupa batu besar, kayu, dan pasir masih tertahan di pintu air. Kondisi ini berpotensi menimbulkan bencana susulan jika tidak segera ditangani,” jelas Mulyadi.

Mulyadi menegaskan, keberadaan sabo dam atau cek dam sangat bermanfaat untuk menahan debit air, terutama saat hujan deras. “Dengan cek dam, aliran air bisa dikendalikan sehingga risiko banjir bandang dapat ditekan,” tutupnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update