Batusangkar, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, tengah menyiapkan serangkaian agenda pariwisata untuk memulihkan ekonomi masyarakat pascabencana banjir bandang dan tanah longsor.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menjelaskan bahwa berbagai kegiatan pariwisata ini digagas sebagai langkah cepat untuk menghidupkan kembali sektor ekonomi setelah dua bulan terdampak bencana.
“Kita harus segera bangkit dan pulih dari musibah ini,” ujar Eka Putra di Tanah Datar, Minggu.
Sebagai daerah yang dikenal dengan kekayaan seni dan budaya, Tanah Datar memanfaatkan momentum ini untuk menyelenggarakan event-event unggulan yang mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.
Salah satunya adalah pacu jawi, tradisi khas yang digelar setiap Sabtu, menampilkan atraksi joki yang memacu sapi di lintasan sawah berlumpur. Kegiatan ini menjadi daya tarik unik bagi wisatawan yang berkunjung ke Luhak Nan Tuo.
Menjelang bulan suci Ramadan, Pemkab juga akan menyelenggarakan pacu kuda pada 8–9 Februari 2026 di Lapangan Dang Tuanku Bukik Gombak, Kecamatan Lima Kaum. Event ini merupakan salah satu yang paling dinanti masyarakat, baik dari dalam maupun luar daerah. Bahkan, pada April 2023, Presiden Prabowo Subianto saat menjabat Menteri Pertahanan pernah menyaksikan pacu kuda di Tanah Datar bersama Yusril Ihza Mahendra dan Afriansyah Noor.
Tak kalah menarik, manjalo ikan bilih di Danau Singkarak juga menjadi salah satu agenda andalan. Event ini menampilkan keterampilan masyarakat dalam menangkap ikan bilih, ikan endemik yang memiliki nilai ekonomi tinggi bagi daerah.
“Akan ada banyak kegiatan pariwisata yang disiapkan Tanah Datar, sebagai upaya menjadikan daerah ini salah satu destinasi unggulan di Indonesia, bahkan dunia,” ujar Eka Putra.
Ia optimistis, rangkaian event tersebut dapat mendorong pergerakan ekonomi masyarakat dan mempercepat pemulihan pascabencana. Untuk mendukung hal ini, pemerintah daerah memutuskan tidak memungut retribusi masuk ke destinasi wisata, kecuali di kawasan Istano Basa Pagaruyung.
“Fokus kami pascabencana adalah memastikan perputaran uang langsung menyasar pelaku usaha lokal, sehingga ekonomi masyarakat bisa kembali bergerak,” pungkas Eka Putra.(da*)


