Solok, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kabupaten Solok terus mempersiapkan pelaksanaan program rehabilitasi lahan sawah yang rusak akibat bencana.
Berdasarkan data Sakato Plan Provinsi Sumatera Barat, total luas sawah terdampak di Kabupaten Solok mencapai 1.072 hektar, dengan anggaran penanganan melebihi Rp90 miliar. Program ini merupakan bagian dari inisiatif Kementerian Pertanian RI.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Deslirizaldi, menjelaskan bahwa rehabilitasi akan melibatkan beberapa kabupaten dan kota terdampak, serta didukung oleh Balai Penerapan dan Modernisasi Pertanian (BRMP). Proses penanganan disesuaikan dengan tingkat kerusakan, yakni ringan, sedang, dan berat.
“Untuk kerusakan ringan dan sedang, rehabilitasi dilakukan melalui pembersihan sedimen, penyemaian, dan penanaman benih. Sementara untuk lahan yang rusak parah, akan digunakan alat berat dan melibatkan pihak ketiga,” ungkap Deslirizaldi.
Ia memastikan seluruh data kerusakan sawah telah diverifikasi dan valid. Untuk lahan ringan dan sedang yang masuk kategori optimalisasi lahan (oplah), petani akan membersihkan sedimen dan pasir sebelum dilakukan penaburan benih.
“Bantuan untuk kerusakan ringan mencapai Rp4,6 juta per hektar yang ditransfer ke rekening kelompok tani. Namun, total bantuan bisa mencapai Rp15 juta per hektar karena sudah termasuk dukungan irigasi dan pupuk. Untuk kerusakan berat, luas lahan yang ditangani mencapai 892 hektar,” tambahnya.
Selain itu, pemerintah juga akan melakukan simulasi penanganan sawah rusak kategori ringan dan sedang sebagai contoh di lapangan.
Data Sakato Plan mencatat kerusakan lain, yaitu irigasi di delapan titik sepanjang 1.364 meter, hortikultura seluas 90,9 hektar, asuransi pertanian di tiga lokasi, perkebunan 10,3 hektar, ternak 110 ekor, serta ladang seluas 1 hektar.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Solok berharap lahan pertanian yang terdampak bencana segera pulih sehingga aktivitas pertanian masyarakat kembali normal dan ketahanan pangan daerah tetap terjaga.(da*)


