Padang Pariaman, Rakyatterkini.com– Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, memanfaatkan forum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) XVII di Batam untuk menyampaikan kondisi daerahnya yang terdampak banjir dan longsor hebat di Sumatera Barat.
Dalam kesempatan ini, ia secara langsung meminta dukungan nyata dari pemerintah pusat untuk memulihkan sektor pertanian yang rusak parah akibat bencana.
Rakernas APKASI yang mengusung tema “Wujudkan Asta Cita untuk Daerah yang Sejahtera” dihadiri seluruh bupati se-Indonesia. Forum ini menjadi ajang strategis bagi kepala daerah untuk menyuarakan permasalahan di wilayahnya, khususnya terkait ketahanan pangan dan swasembada pangan yang berkelanjutan.
Dalam sesi dialog dengan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, John Kenedy Azis menjelaskan dampak serius bencana terhadap sektor pertanian di Padang Pariaman. Ia menyebut, daerahnya mengalami kemunduran besar akibat kerusakan lahan pertanian.
“Banjir dan longsor membuat Padang Pariaman seperti mundur 20 tahun. Sekitar 2.400 hektare lahan rusak parah, sementara 1.200 hektare sawah hilang akibat tertimbun lumpur setebal 70 sentimeter hingga 1,5 meter, bahkan beberapa hilang total karena perubahan alur sungai,” ujar John Kenedy Azis, Selasa (20/1/26).
Kerusakan ini tidak hanya menurunkan produksi pangan, tetapi juga mengancam kehidupan sosial-ekonomi masyarakat. Sekitar 700 hingga 800 petani kehilangan mata pencaharian, berpotensi menambah jumlah penduduk miskin baru di daerah.
“Ini bukan sekadar soal lahan, tapi soal masa depan para petani kami. Jika tidak segera ditangani, dampaknya akan terasa jangka panjang,” tegasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Padang Pariaman menyampaikan dua permintaan utama kepada Kementerian Pertanian. Pertama, pencetakan kembali 1.200 hektare sawah yang hilang akibat bencana. Kedua, dukungan pengembangan komoditas unggulan daerah, seperti kelapa, kakao, pinang, serta jambu mete sebagai alternatif usaha bagi para petani terdampak.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, merespons dengan menyatakan komitmen pemerintah pusat untuk mendukung pemulihan sektor pertanian Padang Pariaman.
“Insya Allah, 2.400 hektare lahan rusak dan 1.200 hektare lahan yang hilang menjadi tanggung jawab saya. Pemulihan akan dilakukan melalui skema swakelola, dikerjakan oleh petani sendiri. Pupuk dan pembangunan kembali lahan akan kami biayai. Untuk komoditas mente dan kakao, permintaan dapat disampaikan,” jelas Amran.
Dukungan ini disambut positif oleh Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman. Bantuan dari Kementerian Pertanian diharapkan mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana, mencegah kemunculan kemiskinan baru, serta memperkuat ketahanan pangan daerah ke depan.(suger)


