Notification

×

Iklan

Petani Agam Alihkan Sawah ke Jagung Akibat Bencana

Senin, 26 Januari 2026 | 03:33 WIB Last Updated 2026-01-26T00:42:00Z

Satu unit alat berat sedang membersihkan material di Sungai 

Agam, Rakyatterkini.com – Petani di Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, berencana menanam jagung setelah lahan persawahan mereka rusak parah akibat banjir bandang dan longsor. 

Bencana yang terjadi pada 27 November 2026 itu menimbun sawah dengan lumpur dan merusak saluran irigasi, sehingga padi sulit lagi dibudidayakan.

“Sambil menunggu perbaikan irigasi, kami memilih menanam jagung. Tanaman ini lebih mudah tumbuh karena tidak memerlukan air banyak,” ujar Sudirman (65), seorang petani setempat, Minggu.

Sudirman menjelaskan, lahannya seluas sekitar satu hektare kini tidak dapat digunakan untuk menanam padi. Biasanya, sawah seluas itu bisa menghasilkan sekitar 75 karung padi setiap enam bulan. “Sekarang sudah tidak bisa bersawah lagi,” ujarnya.

Jagung dipilih karena masa panennya lebih singkat dan tidak bergantung pada aliran irigasi. Selain itu, harga jagung saat ini dianggap menjanjikan. 

“Harga jagung sekitar Rp5.700 per kilogram dan bisa dipanen dalam 4,5 bulan, sedangkan padi membutuhkan waktu enam bulan,” kata Sudirman. Ia berharap pemerintah dapat menyediakan bibit jagung untuk membantu petani tetap memiliki sumber penghasilan.

Pedagang pengumpul jagung, Doni (48), menambahkan bahwa harga jagung di tingkat petani kini mulai stabil. “Banyak warga yang mempertimbangkan beralih dari padi ke jagung setelah melihat harga yang cukup menguntungkan,” ujarnya.

Bupati Agam, Benni Warlis, mengakui dampak bencana sangat besar. Ia menyebut sekitar 1.700 hektare sawah tertimbun material tanah, sementara 3.000 hektare lainnya terdampak rusaknya jaringan irigasi. “Banyak warga kehilangan mata pencaharian, sehingga sektor pertanian menjadi prioritas penanganan pemerintah,” kata Benni.

Bupati juga berharap pemerintah pusat dan provinsi memberikan dukungan penuh agar pemulihan ekonomi, khususnya sektor pertanian, dapat segera dilaksanakan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update