Pariaman, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat, memperkuat upaya pemulihan dan pengembangan infrastruktur dengan mengajukan proposal pembangunan berbagai fasilitas vital kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Proposal ini difokuskan pada perbaikan fasilitas publik yang rusak akibat bencana hidrometeorologi, serta pembangunan sarana pendukung pelayanan masyarakat yang strategis bagi aktivitas warga sehari-hari.
Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menekankan pentingnya percepatan pembangunan karena infrastruktur yang rusak menjadi jalur utama bagi warga dan pelajar untuk beraktivitas, baik dalam bekerja maupun menempuh pendidikan.
“Percepatan pembangunan infrastruktur sangat penting agar warga dan pelajar tetap dapat beraktivitas dengan aman dan lancar. Fasilitas ini bukan sekadar sarana, tetapi juga penunjang keselamatan dan produktivitas masyarakat,” ujarnya saat ditemui di Pariaman, Jumat.
Salah satu proyek utama dalam proposal tersebut adalah pembangunan jembatan permanen di Desa Kampung Apar, yang akan menggantikan jembatan gantung yang sebelumnya digunakan untuk menyeberangi Sungai Batang Mangor.
Jembatan gantung ini mengalami kerusakan akibat luapan sungai yang terjadi selama musim hujan. Menurut Yota, keberadaan jembatan permanen sangat krusial untuk menjamin keselamatan warga dan pelajar yang sehari-hari menggunakan jalur ini sebagai akses utama.
Tidak hanya jembatan, proposal yang diserahkan langsung oleh Wali Kota kepada Menteri PU, Dody Hanggodo, pada Rabu (28/1) di Kabupaten Tanah Datar, juga mencakup beberapa proyek strategis lainnya. Di antaranya pembangunan Pasar Basah Kota Pariaman, pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT), peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota Pariaman, serta pengadaan bantuan peralatan untuk penanganan pascabencana hidrometeorologi. Semua proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik, mendukung pemulihan ekonomi warga, dan memperkuat ketahanan kota terhadap bencana.
Pemkot Pariaman sebelumnya juga telah melakukan langkah-langkah perbaikan darurat terhadap sejumlah infrastruktur yang rusak akibat banjir yang melanda kota ini dalam sepekan terakhir. Yota menambahkan,
Pariaman menjadi salah satu daerah di Sumatera Barat yang terdampak cuaca ekstrem. Dalam catatan pemerintah kota, sebanyak 121 lokasi terdampak banjir, enam titik mengalami longsor, dan puluhan pohon tumbang menghalangi akses warga.
Melalui pengajuan proposal ini, Pemkot Pariaman berharap pemerintah pusat dapat segera memberikan dukungan sehingga pembangunan dan perbaikan infrastruktur dapat terlaksana dengan cepat.
Langkah ini dinilai tidak hanya penting untuk keselamatan dan kenyamanan masyarakat, tetapi juga sebagai upaya strategis dalam memperkuat pelayanan publik, meningkatkan mobilitas ekonomi, dan membangun ketahanan wilayah terhadap bencana alam di masa mendatang.(da*)


