Jakarta, Rakyatterkini.com – Hujan lebat berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Banjarnegara selama sepekan terakhir memicu longsor tebing setinggi sekitar 80 meter di Desa Giritirta, Kecamatan Pejawaran, Jawa Tengah. Material longsoran berupa tanah bercampur batu menghantam lima rumah warga yang berada tepat di bawah tebing.
Akibat kejadian tersebut, sebanyak 168 orang dari 48 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman lantaran dikhawatirkan terjadi longsor lanjutan. Salah satu rumah yang terdampak parah adalah milik Tanto (40).
Saat peristiwa berlangsung, anak Tanto, Vida (10), sempat tertimbun material longsor di ruang tamu rumahnya selama kurang lebih 10 menit. Dalam kondisi gelap dan penuh kepanikan, Vida masih sempat berteriak meminta pertolongan hingga akhirnya berhasil diselamatkan oleh sang ayah.
“Saya langsung menggaruk-garuk reruntuhan, ketemu anak saya, lalu saya angkat dan dibawa bersama teman saya ke rumah Mbahnya,” tutur Tanto mengenang detik-detik penyelamatan tersebut.
Kepala Desa Giritirta, Eri Yulianti, menyampaikan bahwa petugas gabungan hingga kini masih bersiaga di lokasi kejadian. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi longsor susulan, mengingat kondisi tanah di wilayah tersebut masih labil akibat curah hujan yang tinggi.
Sementara itu, warga terdampak saat ini mengungsi ke rumah kerabat masing-masing. Di sisi lain, proses pembersihan material longsor serta pendataan tingkat kerusakan bangunan terus dilakukan.
“Total warga yang mengungsi sebanyak 48 kepala keluarga atau 168 jiwa. Empat rumah mengalami rusak berat dan dua lainnya rusak ringan,” jelas Eri Yulianti.(da*)


