Limapuluh Kota, Rakyatterkini.com– Kabupaten Limapuluh Kota sedang mengalami lompatan besar menuju modernisasi digital.
Proyek pemasangan kabel optik Telkom yang dikerjakan PT Tapan Mas kini telah merambah ruas jalur Bukittinggi-Payakumbuh dan mencapai Nagari Situjuah Banda Dalam, Kecamatan Situjuah Limo Nagari. Kehadiran infrastruktur ini dinilai membawa angin segar bagi percepatan kemajuan masyarakat setempat.
Wali Nagari Situjuah Banda Dalam, Lakon Siska, menekankan bahwa transformasi digital bukan sekadar soal pemasangan kabel, melainkan membangun “jembatan” menuju masa depan yang lebih cemerlang.
“Teknologi hanyalah alat, sementara kesejahteraan adalah tujuan. Dengan jaringan internet yang lebih cepat dan stabil, warga Situjuah dapat membuka jendela dunia. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas hidup serta produktivitas masyarakat,” ujar Lakon Siska saat ditemui, Minggu (18/1/2026).
Lakon menambahkan, jaringan serat optik ini akan menjadi urat nadi baru bagi berbagai sektor, mulai dari komunikasi yang lebih efektif antara warga, pelaku usaha, dan pemerintah, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, seperti UMKM digital dan pekerjaan freelance.
Infrastruktur ini juga memungkinkan akses lebih luas ke sumber belajar global, mempermudah layanan kesehatan daring, dan menyediakan hiburan berkualitas untuk keluarga.
Meski demikian, Lakon mengingatkan bahwa pembangunan fisik harus selaras dengan kelestarian lingkungan.
“Kami menyadari setiap pembangunan membawa dampak sosial dan lingkungan. Prinsip kehati-hatian tetap menjadi prioritas agar kemajuan teknologi tidak mengurangi kearifan lokal dan hak-hak masyarakat,” tambahnya.
Dari sisi teknis, Pelaksana Lapangan PT Tapan Mas, Wahyu Akbar, melaporkan bahwa proyek telah mencapai progres sekitar 30 persen. Tantangan di lapangan, seperti penggalian sedalam 1,5 meter yang tersendat pipa eksisting dan akar kayu yang keras, terus dihadapi dengan solusi terencana.
“Tantangan adalah bagian dari proses. Kami berkoordinasi dengan pihak terkait agar kendala teknis tidak menghambat akses digital yang dinantikan masyarakat,” kata Wahyu.
Ia juga menegaskan bahwa keselamatan kerja menjadi prioritas utama. Setiap tahap proyek dipastikan sesuai standar kualitas dan spesifikasi material.
“Pemasangan kabel bukan sekadar pekerjaan teknis, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat. Kami rutin melaporkan perkembangan proyek dan berkolaborasi dengan pemerintah nagari agar pekerjaan ini berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas warga,” pungkasnya.(da*)


