Notification

×

Iklan

Krisis Air di Padang, Wali Kota Tinjau Bendungan Gunung Nago

Selasa, 27 Januari 2026 | 16:33 WIB Last Updated 2026-01-27T09:33:00Z

Wali Kota Padang Fadly Amran meninjau pengerjaan pengerukan 

Padang, Rakyatterkini.com – Bencana hidrometeorologi yang melanda Kota Padang pada November 2025 lalu masih menyisakan dampak serius hingga kini. 

Kerusakan infrastruktur serta pendangkalan berat di Bendungan Gunung Nago, Kecamatan Pauh, telah memicu krisis pasokan air yang mengancam ribuan hektare lahan pertanian sekaligus sumber air bersih warga.

Menyikapi kondisi tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran turun langsung meninjau kegiatan pengerukan sedimen dan perbaikan intake air di kawasan Bendungan Gunung Nago, Senin (26/1/2026). 

Peninjauan ini dilakukan sebagai bagian dari langkah percepatan penanganan kekeringan yang mulai dirasakan masyarakat di Kecamatan Pauh dan Kuranji.

Di lokasi, Fadly menegaskan bahwa upaya normalisasi aliran air harus dilakukan secepat mungkin. Ia meminta seluruh tim teknis bekerja maksimal dengan pola percepatan agar dampak kekeringan tidak semakin meluas, terutama terhadap sawah warga yang mulai mengalami keretakan serta sumur-sumur yang mengering.

“Kita tidak bisa berlama-lama menghadapi persoalan ini. Penanganan darurat harus segera dilakukan agar aliran air kembali normal, sawah masyarakat bisa terairi, dan sumur warga kembali terisi,” tegas Fadly Amran.

Ia juga menyampaikan bahwa meskipun pengelolaan jaringan irigasi tersebut berada dalam kewenangan lintas sektor, Pemerintah Kota Padang memilih untuk bersikap proaktif mengingat dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, Tri Hadiyanto, menjelaskan bahwa Daerah Irigasi Gunung Nago memiliki luas layanan sekitar 2.800 hektare sehingga secara kewenangan berada di bawah Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Namun demi percepatan penanganan di lapangan, proses perbaikan dilakukan secara kolaboratif antara Pemerintah Kota Padang, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V.

“Untuk saluran irigasi sebelah kanan, BWS Sumatera V menyiagakan dua unit pompa berkapasitas masing-masing 250 liter per detik guna memompa air langsung dari sungai ke saluran irigasi. Sementara saluran sebelah kiri dilakukan pembersihan sedimen secara gotong royong,” ujar Tri.

Tri juga menjelaskan bahwa mengeringnya sumur warga dipicu oleh menurunnya tinggi muka air tanah akibat terhentinya aliran air irigasi yang selama ini berfungsi sebagai area resapan.

“Ketika air tidak mengalir di saluran irigasi, proses pengisian kembali air tanah terhenti. Hal inilah yang menyebabkan banyak sumur dangkal warga mengalami kekeringan,” jelasnya.

Sebagai langkah darurat, tim teknis saat ini tengah membangun intake sementara agar suplai air dapat segera dialirkan ke jaringan irigasi Gunung Nago. Tri optimistis, dalam satu hingga dua hari ke depan, air sudah kembali mengalir dan mampu meredam dampak kekeringan di Kecamatan Pauh dan Kuranji.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update