Notification

×

Iklan

Konsumsi Gasoline dan Avtur Naik Selama Periode Satgas

Jumat, 16 Januari 2026 | 00:44 WIB Last Updated 2026-01-15T17:44:00Z

Pertamina Sumbagut lanjutkan pengawasan distribusi

Padang, Rakyatterkini.com – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) resmi menutup pelaksanaan Satuan Tugas (Satgas) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, yang berlangsung sejak 13 November 2025 hingga 11 Januari 2026.

Penutupan ini sekaligus menjadi momen evaluasi terkait pengamanan pasokan energi selama libur akhir tahun, periode di mana mobilitas masyarakat meningkat signifikan.

Selama Satgas berlangsung, distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) di wilayah Sumbagut umumnya berjalan aman dan terkendali. Secara regional, penyaluran BBM jenis Gasoline naik sekitar 1,1 persen dibandingkan rata-rata normal. Sementara itu, konsumsi Avtur melonjak hingga 17 persen seiring meningkatnya aktivitas transportasi udara. Dari sisi stok, hingga pertengahan Januari 2026, BBM dan LPG tercatat aman dengan coverage days antara 6,2 hingga 36 hari.

Dinamika konsumsi energi bervariasi di tiap provinsi. Di Riau, Gasoline mencatat kenaikan tertinggi di wilayah Sumbagut, yakni sekitar 5,8 persen, sejalan dengan mobilitas tinggi masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru. Konsumsi LPG di provinsi ini juga meningkat 1,9 persen.

Di Sumatera Utara, konsumsi Gasoline naik 1,2 persen, sementara LPG meningkat 2,2 persen — angka tertinggi di Sumbagut — mencerminkan aktivitas rumah tangga dan pergerakan masyarakat yang tetap tinggi selama libur. Di Kepulauan Riau, konsumsi Gasoline meningkat 2,0 persen dengan distribusi LPG relatif stabil berkat penguatan jaringan distribusi di wilayah kepulauan.

Sumatera Barat mencatat stabilitas distribusi BBM dan LPG. Gasoline naik tipis 0,2 persen, sementara LPG meningkat 1,2 persen dibandingkan rata-rata normal. Pertamina Patra Niaga Sumbagut memastikan kelancaran distribusi energi tetap terjaga meski menghadapi tantangan bencana di beberapa daerah, melalui pengawasan ketat dan koordinasi dengan pemangku kepentingan setempat.

Di Aceh, konsumsi energi lebih terkendali. Gasoline relatif stabil, sedangkan LPG turun sekitar 7,6 persen akibat kondisi bencana dan pengaturan distribusi di wilayah terdampak. Meski demikian, pasokan energi tetap aman sehingga layanan publik berjalan lancar.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, mengapresiasi sinergi seluruh pemangku kepentingan selama Satgas berlangsung.

“Berakhirnya Satgas Natal dan Tahun Baru 2025/2026 adalah hasil kerja sama solid antara Pertamina, pemerintah daerah, aparat, dan seluruh mitra kerja. Meski dinamika konsumsi tiap provinsi berbeda, secara keseluruhan pasokan BBM dan LPG tetap aman dan andal,” ujar Sunardi.

Senada, Group Head Operation Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Basuki Santoso, menegaskan bahwa penutupan Satgas tidak mengurangi pengawasan distribusi energi.

“Pengawasan distribusi tetap berjalan dengan pola operasi normal. Evaluasi selama Satgas menjadi bekal penting untuk menjaga keandalan penyaluran BBM dan LPG, termasuk menghadapi dinamika konsumsi dan kondisi cuaca di masa mendatang,” jelasnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update