Notification

×

Iklan

Gubernur Mahyeldi Optimis UMKM Minang Segera Bangkit

Sabtu, 24 Januari 2026 | 09:20 WIB Last Updated 2026-01-24T02:38:11Z

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah resmikan Klinik UMKM Minang Bangkit.

Padang, Rakyatterkini.com – Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memperkuat upaya pemulihan ekonomi pascabencana melalui peresmian Klinik UMKM Minang Bangkit, Jumat (23/1/2026). 

Acara ini diresmikan oleh Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Moraza, didampingi Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, di halaman Kantor Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumbar.

Helvi Moraza menjelaskan bahwa Klinik UMKM Minang Bangkit merupakan inisiatif Kementerian UMKM untuk mempercepat pemulihan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak bencana. 

Melalui pendekatan terpadu, pemerintah menargetkan UMKM tidak hanya pulih, tetapi juga mampu berkembang dan naik kelas.

“Kita berkumpul dalam suasana keprihatinan, namun tetap optimis. Kementerian UMKM memiliki tanggung jawab untuk mendorong pertumbuhan, pembinaan, dan peningkatan kapasitas UMKM terdampak bencana di Sumatera Barat,” ujar Helvi.

Ia menekankan bahwa penanganan pascabencana tidak berhenti pada fase tanggap darurat. Tahap pemulihan justru menjadi momen krusial, terutama bagi UMKM yang menjadi tumpuan ekonomi keluarga dan daerah. “Satu UMKM bisa menopang hingga lima orang. Karena itu, pemulihan harus dilakukan cepat, fokus, dan serius,” tegasnya.

Klinik UMKM Minang Bangkit lahir dari kolaborasi lintas sektor, termasuk Satgas Pemulihan Dampak Bencana Nasional, kementerian terkait, dan pemerintah daerah. Helvi juga mengapresiasi kecepatan pemulihan yang ditunjukkan Pemprov Sumbar dan pemerintah kabupaten/kota. 

“Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, Sumatera Barat termasuk daerah dengan pemulihan tercepat dibanding wilayah terdampak lain. Semangat ini kami dorong agar tercermin pula pada pemulihan sektor UMKM,” ujarnya.

Selain mendukung aspek usaha, Klinik UMKM Minang Bangkit juga menyediakan pendampingan psikologis bagi pelaku usaha, meliputi konsultasi bisnis, perizinan, akses modal, dan perluasan pasar. 

“UMKM Minangkabau memiliki jiwa kewirausahaan yang kuat. Tugas kita adalah memfasilitasi mereka agar bisa kembali beraktivitas dan berkembang,” jelas Helvi.

Dengan semangat “mambangkik batang tarandam”, Klinik UMKM Minang Bangkit hadir sebagai pusat layanan terpadu untuk UMKM terdampak bencana. Helvi optimistis, melalui kolaborasi yang solid, ekonomi Sumatera Barat akan segera pulih.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyampaikan keyakinannya bahwa UMKM Minang akan bangkit dalam waktu singkat. Ia menegaskan komitmen Pemprov Sumbar untuk memastikan UMKM tidak hanya kembali normal, tetapi juga meningkatkan daya saing.

“Kami bertekad menjadikan UMKM Sumbar tidak hanya pulih, tetapi naik kelas dan berdaya saing. Klinik UMKM Minang Bangkit sejalan dengan visi pembangunan daerah untuk memperkuat UMKM sebagai penggerak ekonomi dan pencipta lapangan kerja,” ujar Mahyeldi.

Mahyeldi juga menyoroti keberadaan Pluzi Academy sebagai bagian dari ekosistem pembinaan UMKM. Sinergi antara Klinik UMKM Minang Bangkit dan Pluzi Academy diyakini dapat mempercepat transformasi UMKM. 

“Dengan kedua program ini, UMKM kita bukan hanya pulih, tetapi menjadi lebih baik dari sebelumnya,” tambahnya.

Gubernur mendorong pelaku UMKM memanfaatkan seluruh layanan yang tersedia, mulai dari konsultasi usaha, pembiayaan, pemasaran, hingga peningkatan kapasitas produksi. Layanan diberikan secara langsung maupun daring, termasuk melalui Mobil Klinik UMKM yang menjangkau wilayah terdampak bencana. 

Pemprov Sumbar juga terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, perbankan, OJK, Bank Indonesia, BUMN, dan mitra usaha lainnya untuk mewujudkan UMKM yang tangguh dan mandiri.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Siti Azizah, melaporkan hingga 18 Januari 2026 terdapat 4.876 UMKM terdampak bencana di 12 kabupaten dan kota di Sumbar. Pemulihan dilakukan melalui tiga tahap: pemulihan mental, pemulihan usaha, dan penguatan pertumbuhan. 

Bantuan sarana produksi dan bahan baku telah disalurkan ke daerah terdampak dan akan diperluas secara bertahap. “Bantuan sederhana ini menjadi stimulus penting bagi para pengusaha untuk memulai kembali usaha mereka,” kata Siti.

Acara ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada pemangku kepentingan yang berkontribusi dalam penanganan pascabencana tahap pertama, diikuti pengguntingan pita dan peninjauan langsung layanan Klinik UMKM Minang Bangkit. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update