Matur, Rakyatterkini.com – Bupati Agam, Benni Warlis, meninjau langsung sumber longsor di Jorong Kuok III Koto, Nagari Matua Mudiak, Kecamatan Matur, pada Minggu (4/1).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk menelusuri dua hulu sungai yang bergabung dan mengalir ke sebuah torehan besar, yang diduga menjadi pemicu banjir bandang di Sungai Pisang beberapa waktu lalu.
Setelah melakukan pengamatan, Bupati Benni Warlis menjelaskan bahwa torehan tersebut menjadi jalur aliran air yang membawa material longsor hingga menyebabkan banjir di wilayah hilir. Meski demikian, ia bersyukur karena tidak ada rumah warga yang terdampak langsung.
“Alhamdulillah, masyarakat tinggal di punggung gelombang tanah, sehingga tidak ada rumah yang hanyut,” ujarnya.
Meski kondisi saat ini relatif aman, Bupati Agam tetap mengimbau warga yang berada di sekitar punggung gelombang tanah untuk segera mengungsi ke lokasi lebih aman sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan longsor susulan. Ia juga berharap curah hujan tidak meningkat agar potensi bencana lanjutan bisa dihindari.
Pemerintah daerah pun akan segera melakukan langkah mitigasi, termasuk membuka kembali akses jalan yang terisolasi. Selain itu, para pengungsi diimbau menempati hunian sementara (huntara) yang telah disiapkan pemerintah.
Bupati Benni menambahkan, pemerintah juga menyediakan bantuan Dana Tunai Hunian (DTH) yang disalurkan berbasis data kependudukan “by name, by address.” Kebijakan ini dirancang untuk memastikan hak-hak korban terpenuhi secara adil, terukur, dan akuntabel selama masa transisi darurat.
Diketahui, Jorong Kuok III Koto, Nagari Matua Mudiak, dihuni oleh 13 kepala keluarga dengan total 36 jiwa. Sementara para pengungsi menempati huntara, pemerintah daerah berencana membangun hunian tetap bagi warga terdampak.(da*)


