Padang, Rakyatterkini.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang menekankan pentingnya normalisasi sungai sebagai langkah utama untuk mencegah meluapnya debit air yang berpotensi menimbulkan banjir berulang.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyatakan, “Yang paling dibutuhkan saat ini adalah alat berat untuk menormalisasi sungai. Tanpa itu, kondisi seperti ini akan terus terjadi.”
Pernyataan ini disampaikan terkait putusnya akses utama di Batu Busuak, Kecamatan Pauh, sepanjang 15 meter akibat derasnya arus Sungai Batang Kuranji. Hendri menekankan bahwa pengerukan sedimen sungai sangat krusial, terutama setelah banjir bandang atau galodo yang melanda kota pada akhir November 2025.
“Meskipun beberapa alat berat telah dikerahkan, kerusakan aliran sungai belum sepenuhnya tertangani. Kita perlu mengeruk sedimen dan membangun cekdam agar masalah ini tidak berlarut-larut,” jelasnya.
Hendri menambahkan, pengerukan dan pembangunan cekdam merupakan langkah mendesak. Kondisi saat ini di Batu Busuak menunjukkan pendangkalan sungai yang meluas ke kanan dan kiri, sehingga akses utama bagi kendaraan roda dua dan empat terputus total.
“Solusinya jelas, kita perlu mendatangkan lebih banyak alat berat untuk menormalisasi sungai dan mencegah kerugian lebih besar di masa mendatang,” tutup Hendri.(da*)


