Notification

×

Iklan

Banjir Bandang di Afghanistan Tewaskan 17 Orang

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:50 WIB Last Updated 2026-01-02T13:50:00Z

Banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Afghanistan.

Jakarta, Rakyatterkini.com – Hujan deras yang disertai turunnya salju pertama musim ini memicu banjir bandang di sejumlah wilayah Afghanistan. Hingga Jumat (2/1/2026), sedikitnya 17 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 11 lainnya mengalami luka-luka akibat cuaca ekstrem tersebut.

Mengutip laporan Associated Press (AP), salah satu kejadian paling mematikan terjadi di Distrik Kabkan, Provinsi Herat. 

Juru Bicara Gubernur Herat, Mohammad Yousaf Saeedi, mengungkapkan bahwa lima orang dari satu keluarga tewas setelah atap rumah mereka runtuh akibat intensitas hujan yang tinggi. Dua korban di antaranya merupakan anak-anak.

Sementara itu, Juru Bicara Otoritas Nasional Penanggulangan Bencana Afghanistan, Mohammad Yousaf Hammad, menyampaikan bahwa mayoritas korban berasal dari distrik-distrik yang terdampak banjir sejak Senin (29/12/2025). 

Kondisi cuaca buruk juga menghambat aktivitas warga di wilayah tengah, utara, selatan, hingga barat Afghanistan.

Selain menelan korban jiwa, banjir bandang tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur, kematian hewan ternak, serta berdampak langsung pada sekitar 1.800 keluarga. Situasi ini semakin memperberat kondisi masyarakat, baik di perkotaan maupun pedesaan, yang sebelumnya sudah berada dalam keadaan rentan.

Hammad menambahkan, tim penilai telah diterjunkan ke daerah-daerah dengan tingkat kerusakan terparah. Hingga kini, proses pendataan masih terus dilakukan guna memastikan kebutuhan lanjutan bagi para korban dapat terpenuhi.

Afghanistan diketahui sebagai salah satu negara yang sangat rentan terhadap bencana cuaca ekstrem, khususnya banjir bandang setelah hujan musiman. 

Konflik berkepanjangan, lemahnya infrastruktur, deforestasi, serta dampak perubahan iklim menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko bencana, terutama di wilayah terpencil.

Di sisi lain, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama sejumlah lembaga kemanusiaan memperkirakan Afghanistan masih akan menghadapi salah satu krisis kemanusiaan terbesar di dunia pada 2026. 

Untuk merespons kondisi tersebut, PBB dan para mitranya telah mengajukan permohonan bantuan sebesar 1,7 miliar dolar AS guna menjangkau hampir 18 juta warga yang membutuhkan pertolongan mendesak. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update