Jakarta, Rakyatterkini.com – Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa sebanyak 213.000 rumah di Sumatera terdampak bencana banjir dan tanah longsor. Angka ini bersumber dari data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 27 Desember 2025, meski Tito menekankan bahwa data tersebut bersifat dinamis dan terus diperbarui.
Berdasarkan catatan Kementerian Dalam Negeri, rinciannya adalah 68.850 unit rumah rusak ringan, 37.520 unit rusak sedang, dan 56.108 unit rusak berat.
“Baru saja Kepala BNPB menyampaikan data terbaru karena kondisi lapangan terus berubah. Sehingga total rumah terdampak mencapai sekitar 213.000 unit,” ujar Tito saat rapat koordinasi di Aceh Tamiang, dikutip dari siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (1/1/2026).
Tito menekankan bahwa percepatan penanganan hunian warga terdampak sangat bergantung pada data cepat dari pemerintah daerah. Data tersebut dibutuhkan pemerintah pusat agar proses penyaluran bantuan dan rekonstruksi dapat segera dilakukan.
“Kami telah beberapa kali menggelar rapat, dan selalu meminta kepala daerah untuk segera menyiapkan data. Koordinasi ini dilakukan oleh para gubernur. Untuk Sumatera Barat, datanya sudah cepat masuk, begitu pula Sumatera Utara. Untuk Aceh, kami berharap prosesnya lebih cepat lagi. Jangan sampai masyarakat menilai pemerintah lambat, padahal kami menunggu data tersebut. Data dari bupati dan wali kota adalah kunci awal penanganan,” jelas Tito.(da*)


