![]() |
| Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni sedang berada di pengungsian |
Lubukbasung, Rakyatterkini.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tengah menyelidiki kasus keracunan yang menimpa 11 warga pengungsi korban bencana hidrometeorologi di Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya.
Kepala Dinkes Agam, Hendri Rusdian, mengatakan Puskesmas Maninjau telah dikerahkan untuk turun langsung ke lokasi pengungsian guna menelusuri penyebab keracunan.
“Saya telah memerintahkan tim Puskesmas Maninjau untuk melakukan investigasi lapangan guna mengetahui penyebab keracunan 11 warga yang tinggal di pengungsian Jorong Labuah akibat terdampak banjir bandang,” ujar Hendri, Minggu (14/12) di Lubukbasung.
Investigasi dimulai pada Minggu pagi, termasuk pengambilan sampel makanan yang dikonsumsi para korban selama berada di pengungsian. Berdasarkan keterangan awal, makanan dari dapur umum, seperti pical lele, diduga menjadi salah satu yang dikonsumsi oleh para korban.
Hendri menekankan bahwa penyebab pasti keracunan masih belum diketahui, sehingga investigasi lapangan tetap dilakukan.
Para korban, yang terdiri dari anak-anak, perempuan dewasa, dan laki-laki, mengalami gejala mual, muntah, diare, dan pusing pada Sabtu (13/12). Kondisi ini memaksa mereka dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung karena akses dari Sungai Batang ke Puskesmas Maninjau masih terputus pascabanjir bandang pada 27 November lalu.
Sesampainya di RSUD Lubuk Basung, seluruh korban mendapatkan perawatan intensif. Sebanyak 10 orang dilaporkan sudah membaik dan diperbolehkan pulang pada Minggu. Sementara satu korban masih menjalani terapi hidrasi dan perawatan lanjutan.
“Mudah-mudahan kondisinya segera pulih,” pungkas Hendri. (da*)


