Notification

×

Iklan

Solok Selatan Siapkan Garda Tangguh Bencana, Dua Nagari Miliki Destana Baru

Sabtu, 13 Desember 2025 | 20:30 WIB Last Updated 2025-12-13T13:30:46Z

Tim siaga bencana ikuti pelatihan.

Padang Aro, Rakyatterkini.com - Solok Selatan dikenal sebagai wilayah rawan bencana, kini semakin bersiap menghadapi ancaman alam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan terus memperkuat ketangguhan masyarakat dengan membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) di tingkat nagari.

Hingga kini, dari 39 nagari yang ada di Solok Selatan, delapan nagari telah memiliki Destana. Terbaru, Destana Nagari Koto Baru dan Destana Nagari Pasar Muara Labuh resmi dibentuk setelah mengikuti rangkaian pelatihan intensif selama sembilan hari, dengan dukungan BPBD Provinsi Sumatera Barat dan Basarnas.

Pelatihan ditutup di kawasan Objek Wisata Menara Songket Muara Labuh, Kamis (11/12/2025), dengan simulasi langsung penanganan bencana. 

Kepala Pelaksana BPBD Solok Selatan, Novi Hendri, didampingi Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Solsel, Fauzan Almahmudi, menyebut simulasi ini menjadi puncak pembekalan bagi peserta Destana.

“Hari ini adalah hari terakhir pembekalan Destana Nagari Koto Baru dan Pasar Muara Labuh. Penutupannya kami lakukan dengan simulasi agar peserta benar-benar siap di lapangan,” ujar Novi Hendri.

Ia menegaskan, pembentukan Destana bukan sekadar program, melainkan upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat agar mampu berperan aktif sebelum, saat, hingga pascabencana. Dengan Destana, masyarakat diharapkan dapat menghindari aktivitas pemicu bencana, sekaligus sigap melakukan penyelamatan dan membantu sesama ketika bencana terjadi.

“Muara dari semua ini adalah terwujudnya masyarakat Solok Selatan yang tangguh dan siap siaga menghadapi bencana,” tegasnya.

Novi Hendri juga mengungkapkan bahwa hampir 90 persen bencana yang terjadi merupakan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, puting beliung, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, hingga abrasi. Sisanya merupakan bencana geologi.

“Tanpa kesiapan masyarakat, korban jiwa, kerugian, dan kerusakan akan terus meningkat. Bahkan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana membutuhkan sumber daya dan anggaran yang sangat besar,” paparnya.

Sementara itu, Kabid Rehab Rekon BPBD Solsel, Fauzan Almahmudi, menambahkan setiap Destana diikuti oleh 15 peserta dari masing-masing nagari. Para peserta mendapatkan pembekalan langsung dari BPBD Sumbar, BPBD Solok Selatan, serta Unit Siaga SAR Solok Selatan.

“Destana ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam pencegahan dan penanggulangan bencana di nagari masing-masing,” pungkas Fauzan.

Dengan semakin bertambahnya Destana, Solok Selatan optimistis mampu membangun kekuatan dari akar rumput, masyarakat yang sadar risiko, siap bertindak, dan tangguh menghadapi bencana. (alwis)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update