Notification

×

Iklan

Pemko Padang Gelar Masak Besar untuk Penyintas Bencana

Minggu, 07 Desember 2025 | 12:15 WIB Last Updated 2025-12-07T05:15:00Z

Suasana dapur umum dalam kegiatan Kolaborasi Subsektor Kuliner untuk Padang

Padang, Rakyatterkini.com — Aroma rempah khas Minangkabau memenuhi area parkir Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Sabtu (6/12/2025).

Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Pariwisata menggelar aksi kemanusiaan bertajuk Kolaborasi Subsektor Kuliner untuk Padang Bangkit, sebuah gerakan gotong royong yang bertujuan membangkitkan semangat masyarakat setelah bencana hidrometeorologi melanda.

Dalam kegiatan Masak Besar tersebut, lebih dari 200 kilogram daging diolah menjadi rendang untuk dibagikan langsung kepada para penyintas. Inisiatif ini tidak hanya dimaksudkan memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi simbol solidaritas dan optimisme warga Kota Padang di masa pemulihan.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yudi Indra Syani, menegaskan bahwa dapur umum ini merupakan wujud nyata kepedulian.

“Ini bukan sekadar memasak makanan. Ini tentang menyampaikan harapan, energi positif, sekaligus memastikan para korban bencana tidak merasa sendiri menghadapi ujian ini,” ujar Yudi menyampaikan pesan Wali Kota.

Ia menambahkan, setiap hidangan yang disiapkan dengan ketulusan diharapkan mampu memberikan kekuatan dan kehangatan bagi para pengungsi. Prioritas utama kegiatan ini adalah menjamin asupan bernutrisi dan aman, sekaligus membantu meringankan tekanan psikologis sehingga para penyintas dapat segera bangkit.

Kehadiran rendang siap santap ini sangat dinantikan, terutama karena jumlah warga yang masih bertahan di pengungsian tetap cukup besar. Data per 5 Desember 2025 mencatat sebanyak 1.343 orang masih berada di lokasi pengungsian.

Sebaran pengungsi terkonfirmasi di lima kecamatan terdampak. Kecamatan Pauh menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni 708 orang, diikuti Kecamatan Nanggalo 404 orang. Sementara itu, Kecamatan Koto Tangah mencatat 152 pengungsi, Kecamatan Kuranji 68 orang, dan Kecamatan Lubuk Kilangan 11 orang.

Meski demikian, tanda-tanda pemulihan mulai terlihat. Jumlah pengungsi menurun 461 orang dibandingkan hari sebelumnya, dari 1.804 orang pada 4 Desember 2025.

Pemko Padang bersama semua unsur terkait berkomitmen menjaga kelancaran pelayanan serta pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi sepanjang masa tanggap darurat. Pemerintah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas dan relawan yang bekerja tanpa henti di lapangan, serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah kota.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update