Padang, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kota Padang memperkirakan kerugian materiil akibat bencana hidrometeorologi yang melanda daerah itu mencapai sekitar Rp1,6 triliun. Angka tersebut mencakup kerusakan pada berbagai infrastruktur, mulai dari jalan, jembatan, hingga ribuan rumah warga yang terdampak.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan hal itu seusai mengikuti rapat koordinasi bersama Wakil Menteri PUPR, Komisi V DPR RI, Gubernur Sumbar, serta para bupati dan wali kota di Sumatera Barat yang wilayahnya turut terdampak bencana, Rabu (10/12).
Fadly berharap pemerintah pusat dapat segera memberikan dukungan untuk mempercepat proses pemulihan, terutama pembangunan kembali infrastruktur dan hunian yang rusak. Ia menilai percepatan tersebut sangat diperlukan mengingat masa tanggap darurat di Kota Padang akan berakhir dalam beberapa hari dan segera memasuki fase pemulihan.
“Kami memohon kepada Komisi V dan Ibu Wakil Menteri untuk mendorong percepatan. Dalam beberapa hari ke depan, masa tanggap darurat akan berakhir dan kita mulai masuk ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Padang berkomitmen bekerja optimal selama masa rehabilitasi dan rekonstruksi agar pemulihan dapat berjalan efektif. Namun, ia menegaskan bahwa dukungan dari pemerintah pusat, kementerian terkait, lembaga, serta pemerintah provinsi sangat dibutuhkan.
“Proses rekonstruksi tentu memerlukan sinergi dari seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah provinsi,” tegas Fadly.(da*)


