Notification

×

Iklan

Padang Marandang, Muharlion: Merawat Luka dan Menyalakan Harapan Pascabencana

Selasa, 23 Desember 2025 | 20:04 WIB Last Updated 2025-12-30T13:12:29Z

Ketua DPRD Padang, Muharlion.

Padang, Rakyatterkini.com - Di tengah luka yang masih terasa akibat banjir bandang dan tanah longsor, aroma rendang kembali mengepul di Kota Padang. 

Bagi Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, kegiatan Padang Marandang 2025 bukan sekadar perayaan kuliner, melainkan ruang bersama untuk menumbuhkan harapan dan memulihkan batin warga yang terdampak bencana.

Ia menilai tradisi marandang menghadirkan energi positif di masa tanggap darurat, ketika masyarakat masih bergulat dengan duka dan trauma. Rendang, sebagai warisan budaya Minangkabau, menyimpan filosofi mendalam yang selaras dengan proses bangkit dari bencana.

Muharlion mengibaratkan proses memasak rendang yang membutuhkan waktu panjang, kesabaran, dan kebersamaan sebagai cerminan ketangguhan masyarakat Padang. 

Dari api kecil yang dijaga hingga menghasilkan masakan bernilai tinggi, tersimpan pesan bahwa pemulihan tidak bisa instan, tetapi harus dilalui bersama, setahap demi setahap.

“Marandang mengajarkan kita tentang proses, kebersamaan, dan ketahanan. Ini pesan kuat bahwa bangkit dari bencana tidak bisa sendiri, harus bergandengan tangan,” ujar Muharlion, Selasa (23/12/2025).

Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Padang yang mengangkat kearifan lokal sebagai sarana pemulihan trauma. Menurutnya, pendekatan berbasis budaya jauh lebih membumi dan mampu menyentuh sisi emosional masyarakat dibandingkan program seremonial semata.

Lebih dari itu, Padang Marandang juga membawa semangat berbagi. Rendang yang dimasak bersama disalurkan kepada para penyintas bencana, baik di Kota Padang maupun daerah lain yang turut terdampak. 

Bagi Muharlion, inilah wujud nyata nilai kemanusiaan dan gotong royong yang telah lama mengakar dalam kehidupan masyarakat Minangkabau.

DPRD Kota Padang, lanjutnya, berkomitmen mendukung penuh program pemulihan pascabencana yang mengedepankan kebersamaan. 

Dukungan itu akan diwujudkan melalui kebijakan yang berpihak pada warga terdampak, penganggaran yang responsif, serta pengawasan agar proses pemulihan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Muharlion berharap Padang Marandang dapat menjadi agenda berkelanjutan, bukan hanya hadir saat bencana, tetapi juga menjadi ruang merawat solidaritas, menjaga identitas budaya, dan menumbuhkan optimisme bagi masa depan Kota Padang. (adv)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update