Notification

×

Iklan

Operasi Pasar Pertamina Cegah Lonjakan Harga Elpiji

Minggu, 21 Desember 2025 | 16:14 WIB Last Updated 2025-12-21T09:24:45Z

Ilustrasi.

Jakarta, Rakyatterkini.com – PT Pertamina (Persero) memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), elpiji, serta berbagai produk energi lainnya tetap aman dan mencukupi selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. 

Kepastian tersebut diberikan meskipun perusahaan saat ini juga memprioritaskan pemenuhan kebutuhan energi di sejumlah wilayah yang terdampak bencana alam.

Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita, menyampaikan bahwa stok energi nasional berada dalam kondisi terkendali. “Untuk menghadapi Nataru, pasokan kami dalam kondisi aman,” ujarnya saat berada di Kota Padang, Sabtu.

Ia menjelaskan, ketersediaan BBM, elpiji, dan energi lainnya telah disiapkan melalui perencanaan matang, penghitungan kebutuhan, serta strategi distribusi yang disesuaikan, termasuk untuk menghadapi situasi darurat seperti bencana alam yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatra.

“Kami telah mengantisipasi kebutuhan energi masyarakat. Karena itu, kami mengimbau agar tidak melakukan pembelian berlebihan dan tetap membeli sesuai kebutuhan,” kata Arya.

Jaminan pasokan tersebut berlaku di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Namun, diakui Arya, proses distribusi di wilayah terdampak bencana belum sepenuhnya optimal akibat keterbatasan akses di lapangan.

Menurutnya, pengamanan pasokan dan distribusi BBM selama libur Nataru merupakan hasil kerja sama lintas instansi. Kegiatan rutin tahunan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri, hingga kementerian dan lembaga terkait.

Pada kesempatan yang sama, Arya mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah yang melaporkan adanya indikasi kenaikan harga elpiji di tengah kondisi darurat bencana. 

Menindaklanjuti laporan tersebut, Pertamina langsung menggelar operasi pasar di sejumlah titik, khususnya di wilayah Sumatra yang terdampak banjir bandang dan longsor.

Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga serta mencegah praktik penimbunan atau tindakan spekulatif yang memanfaatkan situasi bencana untuk kepentingan pribadi. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update