Notification

×

Iklan

Nagari Pagadih Agam Masih Terisolasi Pascabanjir

Senin, 15 Desember 2025 | 06:43 WIB Last Updated 2025-12-14T23:43:00Z

Kondisi Nagari Salareh Aie, Kabupaten Agam pasca diterjang Banjir bandang

Agam, Rakyatterkini.com – Penanganan pascabencana di Kabupaten Agam terus berlangsung secara bertahap, dengan prioritas utama membuka akses dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Salah satu wilayah yang masih memerlukan perhatian khusus adalah Nagari Pagadih, Kecamatan Palupuh. Kawasan ini termasuk wilayah terluar Kabupaten Agam dan sempat terisolasi akibat kerusakan infrastruktur.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, menyampaikan bahwa kondisi geografis dan akses yang terbatas membuat Nagari Pagadih membutuhkan bantuan yang cukup besar. Pernyataan itu disampaikannya saat kunjungan Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, bersama Dharma Lautan Utama (DLU) Holding, yang menyalurkan bantuan kemanusiaan pada Minggu (14/12/2025).

Villa menjelaskan, pemerintah daerah sempat berencana mengirimkan bantuan lewat jalur udara. Namun rencana tersebut tidak dapat terlaksana karena tidak tersedianya lapangan pendaratan helikopter di wilayah tersebut.

“Nagari Pagadih memang cukup terluar dan membutuhkan dukungan ekstra. Kami sempat mengajukan bantuan melalui udara, tetapi helikopter tidak bisa mendarat karena tidak ada lapangan,” jelasnya.

Dalam beberapa hari terakhir, alat berat telah dikerahkan untuk membuka akses menuju Nagari Pagadih. Jalan yang tertimbun material longsor dengan ketinggian cukup signifikan memerlukan penanganan teknis intensif. Saat ini, akses sudah mulai terbuka berkat pengerjaan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Secara keseluruhan, jumlah pengungsi di Kabupaten Agam terus menurun seiring membaiknya kondisi cuaca dan progres penanganan di lapangan. Villa Erdi menyebut, awalnya pengungsi mencapai sekitar 15.000 jiwa, termasuk pengungsi mandiri, namun kini jumlahnya tersisa sekitar 5.000 orang.

Beberapa kecamatan masih membutuhkan perhatian intensif, antara lain Palembayan, Malalak, Tanjung Raya, serta sebagian wilayah Matur. Di beberapa titik, akses jalan yang sebelumnya tertutup kini mulai dibuka, seperti di wilayah Malalak, sehingga distribusi bantuan bisa lebih optimal.

Untuk mempercepat pemulihan, Pemerintah Kabupaten Agam bersama instansi terkait terus mengerahkan alat berat di berbagai lokasi terdampak. “Saat ini lebih dari 30 unit alat berat beroperasi untuk membuka akses dan mempercepat proses pemulihan pascabencana,” pungkas Villa.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update