Notification

×

Iklan

Menembus Rimba dan Jejak Harimau, Jalur Solok Selatan Buka Wajah Baru Gunung Kerinci

Sabtu, 13 Desember 2025 | 09:34 WIB Last Updated 2025-12-13T02:34:56Z

Kepala Seksi Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Wilayah IV, Hadinata Karyadi, saat jumpa pers di Visit Center pendakian Gunung Kerinci via Solok Selatan, Camping Ground Danau Bontak Bangun Rejo, Kecamatan Sangir, Jumat (12/12/2025).

SOLOK SELATAN - Keheningan hutan hujan tropis, jejak satwa endemik, hingga perlintasan Harimau Sumatera menjadi pengalaman pertama yang langsung menyambut para pendaki Gunung Kerinci melalui jalur Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat

Jalur ini menawarkan sensasi berbeda dibandingkan jalur klasik Kersik Tuo, Jambi.

Sebagai salah satu gunung dalam jajaran Seven Summits Indonesia, Gunung Kerinci kini kian diminati melalui pintu masuk Solok Selatan yang masih alami dan minim sentuhan aktivitas manusia.

“Begitu melewati pintu rimba, pendaki langsung disuguhi ekosistem hutan hujan tropis. Ini berbeda dengan jalur Kersik Tuo yang diawali perkebunan masyarakat hingga pintu rimba,” ujar Kepala Seksi Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Wilayah IV, Hadinata Karyadi, saat jumpa pers di Visit Center pendakian Gunung Kerinci via Solok Selatan, Camping Ground Danau Bontak Bangun Rejo, Kecamatan Sangir, Jumat (12/12/2025).

Meski membutuhkan waktu pendakian yang lebih panjang, jalur Solok Selatan dikenal lebih bersahabat bagi pendaki. Trek yang relatif landai memungkinkan pendaki menikmati perjalanan tanpa harus menguras energi sejak awal.

“Dari camping ground hingga Pos Borneo masih landai, jadi bisa santai. Medan mulai menanjak setelah itu, sementara jalur ekstrem baru terasa dari Tugu Yuda menuju puncak,” jelas Hadinata.

Selain karakter jalur yang ramah, pendaki juga dimanjakan panorama hutan hujan tropis yang masih asri, lengkap dengan flora dan fauna endemik langka.

“Jalurnya masih alami, sedikit sampah, dan bahkan ada perlintasan Harimau Sumatera,” tambahnya.

Untuk mendukung kenyamanan dan keselamatan, Balai Besar TNKS telah membangun delapan pos pendakian di sepanjang jalur. Pendaki juga dapat beristirahat di Camping Ground Danau Bontak yang menjadi titik awal pendakian.

“Di camping ground tersedia toilet, area yang luas, dan jaringan internet,” kata Hadinata.

Gunung Kerinci sendiri memiliki ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut dan tercatat sebagai gunung api aktif tertinggi di Indonesia, yang berada di perbatasan Kabupaten Kerinci dan Solok Selatan.

Pengembangan jalur pendakian ini merupakan hasil kolaborasi Balai Besar TNKS bersama Pemerintah Kabupaten Solok Selatan. Akses menuju lokasi pun terus ditingkatkan.

“Dulu hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki, sekarang kendaraan roda empat sudah bisa masuk berkat peningkatan jalan melalui program TMMD bersama TNI AD,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Solok Selatan, Pamil Ruskamdani, menyebut pengembangan jalur pendakian ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.

“Dengan dibukanya jalur ini, masyarakat bisa mengembangkan penginapan, jasa pemandu, penyewaan alat pendakian, souvenir, hingga kuliner,” katanya.

Pendaki pemula pun tak perlu khawatir. Jalur ini telah didukung pemandu dan tour operator binaan Balai Besar TNKS yang bersertifikat.

“Banyak yang sudah mencoba, bahkan pendaki dari Malaysia,” ungkap Pamil.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Solok Selatan, Irwanesa, menilai jalur pendakian ini perlu terus dipromosikan secara masif.

“Harus diviralkan. Kalau ramai, ekonomi masyarakat lokal pasti ikut bergerak,” ujarnya.

Menurutnya, di tengah keterbatasan keuangan daerah dan berkurangnya transfer pusat, sektor pariwisata menjadi salah satu solusi strategis untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Solok Selatan punya potensi wisata alam luar biasa, salah satunya jalur pendakian Gunung Kerinci. Ini yang sedang kita kembangkan,” tuturnya.

Dengan perbaikan jalan Padang–Solok Selatan serta peningkatan akses Solok Selatan–Dharmasraya, ia optimistis pariwisata dan perekonomian daerah berjuluk Bumi Sarantau Sasurambi akan semakin menggeliat. (alwis)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update