![]() |
| Israel ketakutan dengan latihan rudal Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran |
Jakarta, Rakyatterkini.com – Media Amerika Serikat, Axios, melaporkan bahwa latihan rudal yang digelar Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran memicu kekhawatiran di Israel. Rezim Zionis dikabarkan khawatir bahwa latihan tersebut bisa menjadi kedok bagi Teheran untuk melancarkan serangan mendadak.
Menurut sumber-sumber AS dan Israel yang dikutip Axios, Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Letnan Jenderal Eyal Zamir, telah menyampaikan kekhawatiran ini kepada Komando Pusat AS (CENTCOM).
Zamir menekankan bahwa aktivitas rudal Iran baru-baru ini mungkin bukan sekadar latihan rutin, melainkan bisa dimanfaatkan sebagai strategi serangan mendadak terhadap Israel.
Meski demikian, intelijen AS hingga kini belum menemukan indikasi bahwa serangan Iran akan terjadi dalam waktu dekat. Seorang pejabat Israel mengatakan kepada Axios bahwa kemungkinan serangan Iran berada di bawah 50 persen, namun pihak berwenang tetap berhati-hati dan tidak menganggap latihan itu sepenuhnya aman.
Latihan rudal IRGC ini merupakan yang kedua dalam enam bulan terakhir, setelah latihan sebelumnya tidak menimbulkan ancaman langsung bagi Israel.
Untuk merespons ketegangan yang meningkat, komandan CENTCOM AS, Laksamana Brad Cooper, tiba di Tel Aviv pada Minggu lalu. Dia menggelar pertemuan dengan Zamir dan pejabat militer senior Israel guna meninjau situasi.
Seorang pejabat AS menyatakan bahwa meski berada dalam kondisi siaga tinggi, intelijen Amerika tidak menunjukkan ancaman serangan Iran dalam waktu dekat.
Namun, sumber AS dan Israel menekankan bahwa risiko kesalahan perhitungan tetap ada, dengan potensi kedua belah pihak melakukan serangan pre-emptive.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, juga berencana membahas rekonstruksi kemampuan rudal Iran dengan Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan yang dijadwalkan akhir bulan ini.
Laporan media Israel menyebutkan bahwa Netanyahu mempertimbangkan kemungkinan melakukan serangan militer pencegahan untuk membatasi pengembangan kemampuan rudal Iran. (da*)


