Notification

×

Iklan

Jalan Malalak Putus, Kementerian PU Siapkan Jembatan Darurat

Minggu, 21 Desember 2025 | 14:35 WIB Last Updated 2025-12-21T09:03:34Z

Kementerian PU tengah membangun jembatan darurat di Agam, Sumbar.

Agam, Rakyatterkini.com Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan akses jalan Sicincin–Simpang Balingka di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, akan segera dipulihkan setelah terputus akibat banjir bandang dan longsor. 

Pemerintah saat ini tengah menyiapkan pembangunan jembatan darurat di lokasi Jembatan Malalak, tepatnya di KM 74+800.

Dody menyampaikan pemulihan konektivitas wilayah terdampak bencana menjadi fokus utama Kementerian PU, mengingat posisi Sumatra Barat yang strategis sebagai jalur penghubung antarwilayah.

“Kami berupaya agar akses transportasi ini bisa kembali digunakan secepat mungkin. Jalan dan jembatan memiliki peran penting sebagai penggerak aktivitas masyarakat serta distribusi logistik,” ujar Dody dalam pernyataannya, Minggu (21/12/2025).

Ia menjelaskan, jembatan yang ambruk akibat terjangan banjir bandang Sungai Batang Aia Malalak akan ditangani melalui pemasangan jembatan darurat tipe armco atau bailey. Material jembatan tersebut saat ini dalam proses pengiriman dari Palembang, Sumatra Selatan, dan diperkirakan tiba di lokasi pada Senin (22/12/2025).

Proses pemasangan jembatan darurat diproyeksikan memakan waktu maksimal dua pekan. Dengan demikian, akses jalan diharapkan sudah dapat kembali dilalui pada awal Januari 2026. Keberadaan jembatan sementara ini ditujukan untuk memulihkan akses dasar masyarakat sambil menunggu pembangunan jembatan permanen.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 BPJN Sumatra Barat, Rio Andika, mengatakan penanganan saat ini difokuskan pada titik jembatan yang terputus serta area longsoran di sekitarnya.

“Penanganan pascabencana terus dilakukan di KM 74+800 ruas Sicincin–Malalak. Jembatan yang terputus akibat banjir bandang ditargetkan kembali berfungsi dalam waktu sekitar dua minggu melalui pemasangan jembatan darurat armco,” jelas Rio.

Selain kerusakan jembatan, longsor juga terjadi di delapan titik sepanjang ruas Sicincin–Malalak. Material longsoran menutupi badan jalan sepanjang kurang lebih empat kilometer, terutama pada segmen KM 78 hingga KM 82.

Saat ini, akses dari arah Bukittinggi terhenti hingga KM 85, sementara dari arah Malalak hanya bisa dilalui sampai KM 78.

Berdasarkan pendataan sementara, bencana longsor dan putusnya jalan berdampak pada sembilan titik jalan provinsi serta lima titik jalan kabupaten di wilayah Kabupaten Agam. 

Ruas Sicincin–Bukittinggi melalui Kecamatan Malalak memiliki peran penting sebagai jalur alternatif penghubung Kabupaten Agam, Kota Bukittinggi, dan Kota Padang, selain jalur nasional Padang–Bukittinggi via Lembah Anai.

Jalan provinsi tersebut juga menjadi jalur utama bagi mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, serta aktivitas ekonomi masyarakat setempat. 

Jalur Malalak sendiri dikenal sebagai jalan tembus menuju Bukittinggi yang mulai dibuka pada 2014 dan kini menjadi salah satu penghubung vital di Sumatra Barat. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update