Notification

×

Iklan

Fenomena Upwelling Picu Kematian Massal Ikan di Danau Maninjau

Minggu, 21 Desember 2025 | 19:15 WIB Last Updated 2025-12-21T12:15:00Z

Petani keramba jaring apung sedang berada di Danau Maninjau usai melakukan aktivitas.

Lubukbasung, Rakyatterkini.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melaporkan kematian massal ikan di keramba jaring apung Danau Maninjau mencapai 1.428,73 ton. Peristiwa ini mengakibatkan kerugian diperkirakan sebesar Rp32,86 miliar bagi para petani.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam, Rosva Deswira, menyampaikan bahwa ikan nila siap panen menjadi korban utama dari kematian massal ini. “Sebanyak 1.428,73 ton ikan nila ukuran siap panen mati di keramba jaring apung,” ujarnya, Sabtu di Lubuk Basung.

Kematian ikan tersebar di beberapa nagari, antara lain Sungai Batang, Tanjung Sani, Duo Koto, Maninjau, dan Koto Gadang Anam Koto. Dengan harga jual di tingkat petani sekitar Rp25 ribu per kilogram, kerugian yang dialami puluhan petani keramba jaring apung diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Menurut Rosva, peristiwa ini merupakan kematian ikan terbanyak dalam tiga tahun terakhir. Penyebab utama adalah bencana hidrometeorologi, yakni hujan deras disertai angin kencang yang melanda kawasan tersebut. Kondisi ini memicu fenomena upwelling atau pembalikan massa air dari dasar ke permukaan, sehingga kadar oksigen di perairan menurun drastis.

“Kurangnya oksigen membuat ikan pusing, naik ke permukaan untuk mencari udara, dan akhirnya mati dalam beberapa jam. Petani tidak sempat mengevakuasi ikan di keramba,” jelas Rosva.

Sebagai langkah pencegahan, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam telah mengeluarkan surat imbauan dan edaran, serta melakukan sosialisasi mengenai upaya mitigasi kematian ikan. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan perairan Danau Maninjau sekaligus meminimalkan kerugian bagi para petani.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update