Padang, Rakyatterkini.com – Warga Kompleks Jaya Residence Baringin, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap kondisi tebing sungai yang runtuh akibat banjir bandang pada Kamis (27/11/2025).
Kerusakan tebing ini dinilai semakin mengancam pemukiman warga yang terletak tidak jauh dari aliran sungai. Mereka khawatir situasi akan semakin parah jika pemerintah tidak segera melakukan penanganan.
Warga melaporkan bahwa erosi pada tebing terus memburuk dalam beberapa hari terakhir. Longsornya tanah perlahan-lahan membuat jarak antara sungai dan rumah penduduk semakin dekat.
Salah seorang warga, Riche, menyebut bahwa kondisi tebing saat ini sudah sangat memprihatinkan. Ia mengatakan, warga hidup dalam kecemasan karena setiap hujan deras, air sungai berpotensi naik dan mengikis tebing lebih jauh.
“Kami berharap pemerintah memberikan perhatian serius. Kondisi tebing sudah sangat mengkhawatirkan,” ujar Riche kepada Infosumbar, Kamis (4/12/2025).
Riche menambahkan, banjir bandang pekan lalu telah menggenangi sekitar delapan rumah dengan air bercampur lumpur. Dampaknya cukup berat, karena warga harus membersihkan lumpur dan memperbaiki kerusakan rumah mereka.
Warga berharap pemerintah segera melakukan langkah penanganan darurat maupun jangka panjang. Salah satu usulan yang disampaikan adalah pembangunan bronjong batu sebagai penguat tebing sungai.
“Dengan bronjong, kami berharap arus banjir dapat tertahan dan rumah warga tidak lagi terancam,” kata Riche. Ia menekankan, masyarakat sangat membutuhkan kepastian mengenai langkah konkret yang akan diambil pemerintah.
Kompleks Jaya Residence Baringin dihuni oleh 51 kepala keluarga atau sekitar 300 jiwa. Dengan jumlah penduduk yang padat, kerusakan tebing sungai menjadi isu serius yang tidak hanya menyangkut lingkungan, tetapi juga keselamatan banyak orang.
“Kami berharap pemerintah segera melakukan peninjauan lapangan agar rencana mitigasi bencana dapat dirumuskan lebih cepat,” pungkas Riche.(da*)


