Notification

×

Iklan

Agam Perpanjang Pencarian 72 Korban Banjir Bandang

Sabtu, 13 Desember 2025 | 01:14 WIB Last Updated 2025-12-12T18:14:00Z

Petugas gabungan sedang mencari korban banjir bandang

Lubukbasung, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, resmi memperpanjang masa pencarian terhadap 72 warga yang masih hilang akibat banjir bandang di tiga kecamatan. Perpanjangan dilakukan selama 15 hari ke depan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Muhammad Lutfi AR, mengatakan keputusan itu diambil setelah koordinasi dengan seluruh unsur SAR. “Kami telah berkoordinasi dengan Tim SAR dan sepakat memperpanjang operasi pencarian selama 15 hari untuk menemukan korban yang belum ditemukan,” ujarnya di Lubukbasung, Kamis.

Ia menjelaskan, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, PMI, serta para relawan terus menyisir lokasi terdampak. Pencarian dilakukan dengan dukungan alat berat untuk membersihkan endapan lumpur, pepohonan, dan material lain yang terbawa arus banjir bandang.

“Diduga kuat para korban tertimbun material lumpur yang menumpuk di sekitar kawasan permukiman yang rusak. Kami berharap seluruh korban bisa segera ditemukan,” tambahnya.

Berdasarkan data terbaru, terdapat 72 warga yang masih hilang, yakni tiga orang di Kecamatan Malalak, dua orang di Tanjung Raya, 66 orang di Palembayan, serta satu warga Lubuk Basung yang hanyut di Sungai Batang Antokan.

Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia yang telah ditemukan mencapai 190 orang: 14 orang di Malalak, 10 orang di Tanjung Raya, satu orang di Palupuh, satu orang di Matur, dan 138 orang di Palembayan.

Saat ini, 13 korban masih menjalani perawatan. Jumlah pengungsi mencapai 4.117 orang, dan warga terdampak atau terisolasi tercatat sebanyak 988 orang.

Kerusakan infrastruktur akibat bencana ini meliputi 493 rumah rusak ringan, 359 rumah rusak sedang, dan 600 rumah rusak berat. Selain itu, 11 rumah ibadah, 67 jembatan, dan 49 titik jalan mengalami kerusakan.

Fasilitas pendidikan yang terdampak berjumlah 99 unit, irigasi rusak 125 unit, bendungan 16 unit, ternak mati 5.025 ekor, serta kerusakan lahan pertanian seluas 1.813,70 hektare.

“Total kerugian akibat rangkaian bencana banjir bandang, banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung diperkirakan mencapai Rp682,35 miliar,” tutur Lutfi.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update