Notification

×

Iklan

810 Hektare Sawah Pariaman Gagal Panen Akibat Banjir

Kamis, 25 Desember 2025 | 18:14 WIB Last Updated 2025-12-25T11:14:00Z

Ilustrasi

Pariaman, Rakyatterkini.com – Sekitar 810 hektare sawah dari total 1.627 hektare di Kota Pariaman, Sumatera Barat, mengalami gagal panen akibat banjir yang terjadi pada akhir November lalu, menyusul bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kota Pariaman, Marlina Sepa, menyampaikan, kondisi sawah yang terdampak berbeda-beda. Ada tanaman padi yang hanyut, ada pula yang terendam air saat fase pembungaan dan penyerbukan, sehingga gagal menghasilkan gabah.

“Beberapa sawah hanyut, sementara yang lain terendam saat masa pembungaan sehingga tidak bisa dipanen,” ujarnya, Rabu (25/12/2025).

Ia menambahkan, sebagian padi yang seharusnya sudah siap panen justru terendam air cukup lama hingga warnanya menghitam dan tidak layak konsumsi. Kerugian petani diperkirakan mencapai lebih dari Rp900 juta.

Marlina menyebut, pihaknya telah melaporkan kondisi ini ke Kementerian Pertanian (Kementan) RI untuk memperoleh bantuan, agar petani bisa kembali menanam padi, terutama karena sebagian besar modal mereka sudah habis.

“Data sudah dikirim ke Kementan. Pariaman akan menerima bantuan melalui program Optimasi Lahan (Oplah), yang biasanya menyediakan benih, dan semoga juga pupuk,” katanya.

Ia berharap bantuan dapat segera disalurkan agar proses tanam padi bisa kembali berjalan secepatnya, mengingat potensi gangguan terhadap ketahanan pangan daerah.

Selain bantuan benih dan pupuk, Pemko Pariaman juga mengusulkan rehabilitasi jaringan irigasi yang rusak akibat bencana. Irigasi yang terdampak tersebar di beberapa lokasi dengan panjang total mencapai 2,6 kilometer, yang berpotensi menurunkan produksi sawah di wilayah ini.

Marlina juga menambahkan, komoditas lain seperti jagung dan cabai turut mengalami kerugian akibat terendam air terlalu lama atau hanyut terbawa arus.

Kota Pariaman termasuk daerah yang terdampak cuaca ekstrem pada 21–28 November 2025. Pemko mencatat banjir terjadi di 121 lokasi, tanah longsor di enam titik, serta puluhan pohon tumbang akibat angin kencang.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update