Notification

×

Iklan

Warga Binaan Lapas Solok Dibina untuk Hidup Mandiri

Senin, 03 November 2025 | 01:15 WIB Last Updated 2025-11-02T18:15:00Z

Foto bersama

Solok, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kota dan Kabupaten Solok menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pembinaan kemandirian bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Solok. Bentuk dukungan ini diwujudkan melalui kerja sama lintas instansi untuk mengembangkan program peternakan ayam petelur.

Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, diwakili Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Zulkifli, menegaskan bahwa pemerintah sepenuhnya mendukung upaya Lapas Solok dalam membina warga binaan melalui kegiatan produktif.

“Pekerjaan di sini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi bagian dari proses pembinaan dan pelatihan agar warga binaan memiliki keterampilan, khususnya di sektor pertanian,” ujar Zulkifli.

Dukungan pemerintah ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Dinas Pertanian Kota Solok, yang mencakup penyediaan sarana pelatihan pertanian, ternak ayam, hingga benih ikan. Menurut Zulkifli, program ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga melatih kemampuan manajerial dan pemasaran produk hasil karya warga binaan.

Ia berharap, keterampilan yang diperoleh dapat menjadi modal bagi warga binaan untuk hidup mandiri setelah kembali ke masyarakat. “Kami ingin mereka kembali ke keluarga bukan hanya sebagai mantan warga binaan, tetapi sebagai tenaga ahli atau pelaku usaha di bidang pertanian dan kewirausahaan,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Solok, Jon Firman Pandu, melalui Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Christine Sofi, menyampaikan apresiasi atas sinergi antara Lapas Solok dan pemerintah daerah.

“Program peternakan dan budidaya ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap peningkatan kapasitas dan produktivitas warga binaan,” kata Christine. Ia menambahkan, kegiatan tersebut membuka peluang bagi warga binaan untuk memperoleh bekal kewirausahaan dan manajemen produksi, serta menjadi langkah konkret menuju kemandirian.

Christine juga menekankan bahwa program ini berpotensi mendukung ketahanan pangan daerah, karena hasil budidaya tidak hanya bermanfaat bagi Lapas, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update