Notification

×

Iklan

Wagub Sumbar Tinjau Lokasi Banjir di Kampung Galapung

Selasa, 25 November 2025 | 13:34 WIB Last Updated 2025-11-25T06:34:00Z

Wagub Sumbar, Vasko Ruseimy berdialog dengan korban banjir 

Parit Malintang, Rakyatterkini.com— Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, meninjau langsung kondisi warga yang terdampak banjir di Nagari Kampung Galapung, Kecamatan Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman, Senin (24/11/2025).

Banjir mulai melanda wilayah tersebut sejak Minggu siang (23/11/2025) setelah hujan deras mengguyur kawasan itu dan menyebabkan Batang Ulakan meluap. Akibatnya, 170 Kepala Keluarga terdampak, sementara 250 jiwa terpaksa mengungsi ke Surau Kalampaian di Korong Pasar. Hingga malam hari, aktivitas warga di nagari tersebut masih sepenuhnya terhenti.

Dalam kunjungan tersebut, Wagub Vasko menyerahkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumbar melalui Dinas Sosial berupa dua ton beras reguler, 100 paket makanan siap saji, 60 kasur, 50 tenda gulung, 40 kidsware, 50 selimut, 50 paket family kit, serta 160 paket makanan anak. Total bantuan tersebut bernilai Rp124.270.000.

Selain itu, BPBD Sumbar juga menambah bantuan berupa 100 selimut dan 20 paket sembako.

Wagub menegaskan bahwa pemerintah wajib hadir untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi serta penanganan darurat berjalan cepat dan tepat.

“Keselamatan warga adalah prioritas utama. Bantuan harus tiba tepat waktu, dan pemerintah harus turun langsung ke lokasi terdampak,” ujar Vasko.

Ia juga meminta pemerintah kabupaten dan nagari agar memperkuat koordinasi dalam penanganan pengungsian, distribusi bantuan logistik, serta menjamin pelayanan kesehatan tetap berjalan.

“Semua pihak harus bergerak dalam satu komando. Situasi seperti ini tidak bisa ditangani secara terpisah. Koordinasi antara Pemprov, Pemkab, Nagari, Dinsos, BPBD, dan relawan harus solid,” tegasnya.

Vasko menekankan agar kebutuhan mendesak di pengungsian dipenuhi segera, terutama bagi kelompok rentan seperti balita dan lansia.

“Jangan menunggu laporan panjang. Jika ada kebutuhan penting, segera eksekusi. Kita harus cepat dan responsif,” tambahnya.

Pemprov Sumbar juga berkomitmen terus memantau perkembangan cuaca serta potensi banjir susulan. Koordinasi bersama BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah akan diperkuat untuk memastikan langkah antisipasi berjalan efektif.

Sementara itu, Kader Pembangunan Manusia (KPM) Nagari Kampung Galapung, Suci Ramadhan, menyampaikan bahwa 250 warga masih bertahan di pengungsian, termasuk 44 balita dan 92 lansia.

“Mereka sudah dua malam berada di pengungsian sejak banjir melanda,” kata Suci.

Ia menambahkan bahwa satu dapur umum telah beroperasi, namun tenaga juru masak masih terbatas sehingga perlu tambahan personel agar kebutuhan konsumsi dapat terpenuhi lebih cepat.

“Selain makanan, para pengungsi juga sangat membutuhkan pakaian layak pakai. Mereka sudah dua hari tidak bisa mengganti pakaian,” ujarnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update