Notification

×

Iklan

Tujuh Tahun Program Replanting, Sawit Agam Akhirnya Panen

Jumat, 14 November 2025 | 17:16 WIB Last Updated 2025-11-14T10:16:00Z

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah ikut panen perdana kelapa sawit 

Lubuk Basung, Rakyatterkini.com— Program peremajaan (replanting) kelapa sawit rakyat yang dijalankan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mulai menunjukkan hasil nyata. Setelah tujuh tahun berjalan, kebun sawit hasil replanting kini memasuki masa panen perdana.

Panen perdana tersebut berlangsung di lahan plasma Koperasi Perkebunan Sawit (KPS) Tompek Tapian Kandis, Kabupaten Agam, Kamis (13/11/2025), menjadi tonggak penting bagi keberhasilan program yang telah dimulai sejak 2018.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, yang turut hadir pada kesempatan itu menyampaikan apresiasi kepada para petani, pengurus koperasi, serta semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program ini.

“Program replanting di Sumbar sudah bergulir sejak 2018 dengan tujuan meningkatkan produktivitas kebun sawit rakyat melalui dukungan pendanaan dari BPDPKS,” ujar Mahyeldi.

Ia menjelaskan, hingga saat ini program tersebut telah memfasilitasi peremajaan sawit rakyat seluas 14.919 hektare. Pendanaannya berasal dari hibah Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) di bawah Kementerian Keuangan.

Mahyeldi menuturkan, besaran bantuan terus meningkat setiap tahun. Pada 2018–2021, petani menerima Rp25 juta per hektare, naik menjadi Rp30 juta pada 2022–2024, dan kembali meningkat menjadi Rp60 juta per hektare pada 2025.

Total dana BPDPKS yang dikucurkan untuk replanting sawit di Sumbar sejak 2018 mencapai sekitar Rp463 miliar.

Untuk KPS Tompek Tapian Kandis, bantuan disalurkan dalam dua tahap: 143,75 hektare pada 2020 dan 145,30 hektare pada 2022, dengan total nilai sekitar Rp7,95 miliar.

“Keberhasilan di Agam ini membuktikan bahwa dengan manajemen yang tertata dan pendampingan yang konsisten, program replanting mampu menjaga bahkan meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani,” kata Mahyeldi.

Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sumbar, target replanting sawit rakyat tahun 2025 mencapai 5.400 hektare, tersebar di tujuh kabupaten: Dharmasraya (2.000 ha), Sijunjung (500 ha), Solok Selatan (500 ha), Pesisir Selatan (600 ha), Agam (500 ha), Pasaman (300 ha), dan Pasaman Barat (1.000 ha).

Bupati Agam, Benni Warlis, menyebut panen perdana ini sebagai bukti konkret sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan petani.

“Ini adalah hasil dari kolaborasi yang solid. Program ini bukan hanya meningkatkan hasil produksi, tetapi juga memperkuat keberlanjutan ekonomi masyarakat,” katanya.

Dukungan turut disampaikan Manager PT AMP Plantation, Mr. Low Kim Seng, yang menegaskan komitmen perusahaan dalam membantu program pemerintah di bidang perkebunan.

“Kami siap mendukung upaya replanting, baik di area perusahaan maupun lahan plasma milik masyarakat,” ujarnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update