Padang, Rakyatterkini.com – Perekonomian Sumatera Barat (Sumbar) menunjukkan pertumbuhan positif pada triwulan III 2025, meski tekanan dari lonjakan impor menahan percepatan nilai produk domestik regional bruto (PDRB).
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar mencatat, ekonomi daerah ini tumbuh 3,36 persen secara tahunan (year-on-year) dibanding periode yang sama tahun lalu. Nilai PDRB atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp88,31 triliun, sementara PDRB atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp51,65 triliun.
Meski pertumbuhan terlihat menggembirakan, peningkatan impor luar negeri yang mencapai 52,18 persen menjadi perhatian utama. Lonjakan impor ini berdampak langsung pada perhitungan PDRB, sehingga berpotensi menahan laju pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kinerja produksi tertinggi datang dari sektor jasa lainnya, yang tumbuh 10,10 persen, diikuti sektor industri pengolahan dengan kenaikan 8,81 persen. Pertumbuhan sektor jasa mencerminkan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya dalam layanan publik, pariwisata, dan berbagai kegiatan sosial ekonomi,” jelas Kepala BPS Sumbar, Sugeng Arianto, dalam keterangan pers yang diterima infosumbar.net, Rabu (12/11/2025).
Jika dilihat secara triwulanan (quarter-to-quarter), ekonomi Sumbar mengalami kontraksi tipis sebesar 0,10 persen dibanding triwulan sebelumnya. Kinerja ekspor dan konsumsi rumah tangga relatif stabil, tetapi peningkatan impor menandakan ketergantungan pada pasokan luar negeri untuk menopang produksi dan konsumsi lokal.
Secara kumulatif hingga triwulan III 2025, ekonomi Sumbar tumbuh 3,94 persen. Pertumbuhan ini tetap ditopang oleh sektor jasa yang meningkat 7,35 persen sepanjang tahun, meskipun impor luar negeri juga mengalami kenaikan 20,65 persen selama periode yang sama.(da*)


