Padang Pariaman, Rakyatterkini.com– Hingga Senin (24/11), ratusan rumah warga di Nagari Kampung Gelapung Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman masih dikepung banjir. Alih-alih surut, ketinggian air justru terus bertambah.
Wali Nagari Kampung Gelapung, Ali Waldana, mengatakan kepada Infosumbar bahwa banjir kali ini merupakan yang paling parah dibandingkan peristiwa-peristiwa sebelumnya di wilayah tersebut.
“Banjir sekarang yang paling parah. Sebanyak 180 KK di Kampung Gelapung terpaksa mengungsi karena rumah mereka terendam dan air belum menunjukkan tanda-tanda surut,” ujarnya, Senin (24/11).
Seluruh warga telah dipindahkan ke empat titik pengungsian di sekitar nagari. Namun, kata Ali, kebutuhan dasar para pengungsi masih jauh dari cukup.
“Pengungsian tersebar di empat lokasi. Saat ini, kendala utama adalah minimnya selimut, bahan pangan, serta fasilitas dapur umum,” tambahnya.
Hingga berita ini ditulis, pemerintah nagari bersama relawan masih melakukan pendataan lanjutan dan menangani kondisi darurat di lokasi terdampak.
Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Padang Pariaman dalam beberapa hari terakhir memicu banjir di berbagai kawasan. Luapan empat sungai—Batang Anai, Batang Ulakan, Batang Lubuak, dan Batang Kamumuan—menggenangi permukiman di tujuh kecamatan.
BPBD Padang Pariaman melaporkan sedikitnya 608 KK atau sekitar 1.824 jiwa terdampak banjir. Dua warga mengalami luka ringan, sementara korban jiwa tidak ditemukan.
Bencana kali ini juga merusak berbagai infrastruktur penting. Selain 608 unit rumah warga yang terendam, sejumlah ruas jalan dan jembatan ikut terdampak akibat banjir dan longsoran di beberapa titik.(da*)


