Lubuk Basung, Rakyatterkini.com– Pemerintah Kabupaten Agam melalui Asisten III Setda Agam, Syatria, resmi membuka Pelatihan Peningkatan Kapasitas Daya Saing Wirausaha Muda Angkatan ke-3 yang berlangsung di Hotel Sakura Syari’ah, Lubuk Basung, Kamis (13/11).
Pelatihan yang digelar selama tiga hari, 13–15 November 2025 ini diikuti oleh 50 peserta yang merupakan pemuda berusia 16 hingga 30 tahun dari berbagai kecamatan di Kabupaten Agam.
Ketua panitia, Asrial, SH, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan generasi muda dalam mengelola serta mengembangkan usaha.
“Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali pemahaman dasar kewirausahaan, strategi bisnis, pemasaran, manajemen keuangan, hingga pemanfaatan teknologi digital,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan kapasitas ini diharapkan mampu membentuk kepercayaan diri para wirausaha muda agar lebih siap bersaing di tengah perkembangan ekonomi yang terus berubah.
Sementara itu, Bupati Agam melalui Asisten III Setda Agam, Syatria, menegaskan bahwa pemuda adalah penggerak perubahan yang memiliki energi dan potensi besar.
“Indonesia bisa merdeka karena perjuangan para pemuda. Karena itu, generasi muda harus terus mengasah potensi diri agar menjadi pribadi berakhlak, sehat, tangguh, cerdas, mandiri, dan profesional,” katanya.
Menurut Syatria, dunia wirausaha merupakan proses menciptakan nilai baru melalui keberanian mengambil risiko dan pengorbanan waktu serta tenaga.
“Pemuda harus terus berinovasi dan kreatif dalam menciptakan peluang usaha, sehingga mampu menjadi wirausahawan sukses yang memberi kontribusi bagi ekonomi daerah maupun nasional,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pelatihan ini sejalan dengan arah pembangunan RPJMD Kabupaten Agam 2025–2029 melalui program unggulan “Agam Sejahtera” yang menekankan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Salah satu bentuk implementasinya adalah mencetak wirausahawan muda yang mandiri, kompetitif, dan berkelanjutan.
“Harapan kita, kegiatan ini dapat melahirkan pemuda Agam yang inovatif, mampu menciptakan produk bernilai tambah, serta memperluas jejaring usaha guna membuka lapangan kerja baru di daerah,” tutupnya.(da*)


