Notification

×

Iklan

Payakumbuh Latih Masyarakat Pertolongan Pertama

Minggu, 02 November 2025 | 11:37 WIB Last Updated 2025-11-02T04:37:00Z

HKN di Payakumbuh Dimeriahkan Donor Darah dan Pelatihan BHD

Payakumbuh, Rakyatterkini.com — Pemerintah Kota Payakumbuh gencar meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat. Salah satu upayanya dilakukan melalui Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), yang bertujuan agar masyarakat mampu memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat demi menyelamatkan nyawa sejak detik pertama kejadian.

Kegiatan ini digelar di Aula Ngalau Indah, Lantai III Balai Kota Payakumbuh, Jumat (31/10/2025), bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 dengan tema “Wujudkan Generasi Sehat, Masa Depan Hebat.”

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, menekankan bahwa kemampuan memberikan pertolongan pertama bukan hanya milik tenaga medis, tetapi juga harus dimiliki oleh masyarakat umum.

“Sekitar 60 persen kasus darurat bisa diselamatkan dengan penanganan yang cepat dan tepat. Melalui pelatihan ini, kami ingin membentuk masyarakat yang sigap, peduli, dan mampu memberikan pertolongan pertama di lingkungannya,” ujar Wawako Elzadaswarman.

Selain pelatihan BHD, acara tersebut juga dirangkaikan dengan aksi donor darah yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN), tenaga kesehatan, dan masyarakat luas. Menurut Wawako, donor darah merupakan bentuk kepedulian sederhana namun berdampak besar bagi sesama.

“Donor darah adalah wujud gotong royong masyarakat Payakumbuh. Selain membantu sesama, kegiatan ini juga bermanfaat bagi kesehatan pendonor,” tambahnya.

Elzadaswarman menambahkan bahwa peringatan HKN menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran hidup sehat di masyarakat. “Mari kita wujudkan generasi sehat, masa depan hebat menuju Payakumbuh Hebat dan Sehat untuk semua,” tutupnya.

Pelatihan menghadirkan dr. Benny Antama Syant, SpJP, FIHA, yang memberikan pemaparan mengenai pentingnya tindakan cepat dalam menghadapi kondisi henti jantung. Ia menekankan bahwa tanpa pertolongan segera, kerusakan otak dapat terjadi hanya dalam empat menit.

Menurut dr. Benny, resusitasi jantung (CPR) yang dilakukan dengan benar dapat meningkatkan peluang korban selamat hingga lebih dari 60 persen. Teknik dasar C-A-B (Compression, Airway, Breathing) dilakukan dengan 30 kali kompresi dada, kedalaman 5–6 sentimeter, kecepatan 100–120 kali per menit, dan membuka jalan napas dengan teknik Head Tilt-Chin Lift.

Ia juga memperkenalkan konsep rantai keselamatan hidup, mulai dari pengenalan kondisi darurat, CPR berkualitas, penanganan lanjutan, hingga pemulihan optimal, yang menjadi kunci meningkatkan peluang keselamatan pada situasi kritis.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, Direktur RSUD dr. Adnaan WD, serta perwakilan dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemko Payakumbuh.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update