Notification

×

Iklan

Longsor dan Banjir Bandang Putus Total Komunikasi di Agam

Rabu, 26 November 2025 | 23:17 WIB Last Updated 2025-11-26T16:17:00Z

Masyarakat lakukan pembersihan material longsor

Agam, Rakyatterkini.com – Bencana longsor dan banjir bandang yang melanda Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, pada Minggu (23/11) lalu, menimbulkan dampak yang luas. Selain kerusakan fisik, bencana ini juga memutus total jaringan komunikasi, menyulitkan koordinasi dan informasi.

Hingga Rabu (26/11/2025), internet dan telepon seluler maupun reguler di daerah terdampak masih lumpuh, menimbulkan kecemasan bagi keluarga yang berada di luar lokasi bencana.

Ratni Febrisa, seorang warga Jorong Silungkang yang kini berada di Kota Padang, mengaku gelisah karena tidak bisa memastikan keselamatan orang tua dan keluarganya. “Warga di sana tidak bisa dihubungi, bahkan telepon biasa pun tidak bisa. Kami benar-benar resah,” ujarnya, mencerminkan kekhawatiran banyak perantau lain.

Selain terputusnya komunikasi, pasokan listrik di dua jorong terdampak, Silungkang dan Tantaman, juga mati total sejak awal bencana. Cuaca ekstrem yang masih berlangsung semakin memperburuk situasi, menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan longsor atau banjir susulan.

“Saya sempat mendapat kabar dari keluarga, mereka mengatakan lampu mati dan hingga kini belum pulih. Setelah itu, tidak ada kabar lagi,” tambah Ratni, menggambarkan kondisi gelap dan terisolasi di kampung halamannya.

Menanggapi situasi ini, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Agam, Roza Syafdefianti, mengonfirmasi adanya beberapa titik longsor yang memerlukan penanganan segera. Mengenai sinyal telepon, Roza menyebut, “Sinyal masih ada di sana,” namun ia juga mengakui adanya kendala teknis. “Di Tigo Koto Silungkang, satu BTS telah diresmikan tahun 2024. Kami belum melakukan pengecekan langsung apakah jangkauannya mencakup Jorong Silungkang,” jelasnya.

Pemulihan jaringan listrik dan informasi pun menghadapi tantangan serius. “Belum bisa diakses karena longsor. Tim PLN juga belum bisa memulihkan jaringan di sana,” kata Roza, menyoroti kesulitan di lapangan akibat medan yang rusak parah.

Situasi di Tigo Koto Silungkang menegaskan betapa pentingnya infrastruktur komunikasi dan energi saat menghadapi bencana. Kekhawatiran keluarga di luar daerah tetap menjadi prioritas kemanusiaan yang harus segera dijawab melalui pemulihan akses informasi.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update