![]() |
| Logo Komdigi |
Jakarta, Rakyatterkini.com – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Polri untuk menindaklanjuti akses digital yang digunakan oleh pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta. Komdigi menyatakan telah memblokir sejumlah situs dan konten media sosial yang diketahui diakses pelaku.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, menjelaskan, "Setelah menerima data dari Polri, kami segera melakukan pemblokiran terhadap situs-situs yang memuat konten kekerasan dan bahan peledak yang diakses oleh terduga pelaku."
Menurut Alexander, pemblokiran dilakukan setelah proses verifikasi untuk memastikan konten benar-benar berbahaya. Selain itu, Komdigi juga meminta platform media sosial dan aplikasi pesan instan untuk menurunkan akun serta kanal yang memuat konten serupa.
"Pelaku diketahui mengakses beberapa akun dan kanal di media sosial yang menampilkan konten kekerasan. Kami telah berkoordinasi dengan platform terkait agar akun-akun tersebut segera di-take down," tambahnya.
Komdigi menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan ruang digital Indonesia. Alexander menekankan bahwa setiap temuan dan laporan terkait konten berbahaya akan ditindaklanjuti secara cepat, tegas, dan terukur melalui kolaborasi dengan Polri dan penyelenggara platform digital.
Sebelumnya, Direktorat Siber Polda Metro Jaya telah bekerja sama dengan Densus dan Komdigi untuk menelusuri situs yang diakses pelaku. Dirressiber Polda Metro Jaya, Kombes Roberto Gomgom Manorang Pasaribu, mengatakan, "Kami sudah meminta Komdigi untuk membatasi atau memblokir situs-situs tersebut, bekerja sama dengan Densus dan pihak terkait lainnya."(da*)


