Notification

×

Iklan

Hotel dan Restoran di Sumbar akan Dapat Sertifikat Arah Kiblat Resmi

Rabu, 12 November 2025 | 16:55 WIB Last Updated 2025-11-12T10:00:41Z

Kanwil Kemenag Sumbar bekerja dan PHRI luncurkan program kalibrasi arah kiblat.

Padang, Rakyatterkini.com – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sumatera Barat bekerja sama dengan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumbar meluncurkan program kalibrasi arah kiblat bagi hotel dan restoran di seluruh daerah.

Program ini diawali dengan pertemuan antara jajaran Kanwil Kemenag Sumbar yang dipimpin Ketua Tim Kerja Hisab Rukyat sekaligus Sekretaris Satgas Halal, Ikrar Abdi, bersama timnya  Ihsanul Fikri, Yuni Rahayu, dan Nova Fatma dengan Ketua PHRI Sumbar Rina Pangeran beserta jajaran pengurus.

Dalam pertemuan tersebut, Ikrar Abdi menegaskan bahwa kalibrasi arah kiblat bukan hanya formalitas administratif, melainkan kebutuhan mendasar untuk memastikan keabsahan ibadah salat umat Muslim.

“Sebagian besar hotel dan restoran di Sumatera Barat memiliki musala yang digunakan publik. Karena itu, arah kiblat yang tepat menjadi hal sangat penting agar tamu dapat beribadah dengan nyaman dan tenang,” ujarnya.

Program ini mendapat sambutan positif dari PHRI Sumbar. Para pengurus mengaku baru memahami pentingnya akurasi arah kiblat dalam menunjang pelayanan dan kenyamanan ibadah bagi pengunjung. PHRI juga menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh program ini dan akan mensosialisasikannya kepada seluruh anggota di kabupaten dan kota.

“Mereka menunggu surat resmi dari Kanwil Kemenag sebagai dasar pelaksanaan di lapangan. Bahkan ada usulan agar kalibrasi juga dilakukan di setiap kamar hotel, dan hal itu sangat memungkinkan,” tambah Ikrar.

Ia menjelaskan, setiap lokasi yang telah dikalibrasi nantinya akan memperoleh sertifikat arah kiblat sebagai bukti keabsahan. Sertifikat ini juga dapat menjadi salah satu indikator penilaian dalam klasifikasi bintang hotel.

Program kalibrasi ini akan dilakukan secara bertahap dan serentak di seluruh Sumatera Barat oleh tim Hisab Rukyat Kanwil Kemenag bersama Kemenag kabupaten dan kota. 

Sebagai tahap awal, kegiatan dimulai di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) bekerja sama dengan PT Angkasa Pura Padang, sebagai bentuk sinergi awal dalam menciptakan ruang publik yang religius dan ramah bagi wisatawan Muslim.

Plt. Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Edison, menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini. Menurutnya, program kalibrasi arah kiblat merupakan wujud pelayanan nyata sekaligus tanggung jawab moral Kementerian Agama kepada masyarakat.

“Kalibrasi arah kiblat ini bukan sekadar urusan teknis, tetapi bentuk pelayanan yang memberikan kepastian dan kenyamanan bagi umat dalam beribadah, termasuk di hotel dan restoran,” jelasnya.

Ia menambahkan, langkah ini sejalan dengan Peraturan Daerah tentang Pariwisata Halal di Sumatera Barat, serta memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam membangun ekosistem wisata religius yang aman dan inklusif.

“Ini bagian dari upaya menjadikan Sumatera Barat sebagai destinasi wisata ramah Muslim yang sesungguhnya. Tidak hanya dari sisi makanan halal, tetapi juga ketersediaan fasilitas ibadah dengan arah kiblat yang akurat,” lanjut Edison.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa program ini lahir dari semangat kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Kanwil Kemenag, dan berbagai pihak terkait untuk memastikan setiap tamu dan wisatawan dapat beribadah dengan tenang.

“Kami ingin siapa pun yang datang ke ranah Minang merasa yakin bahwa di mana pun mereka salat, arah kiblatnya tepat, ibadahnya sah, dan hatinya tenang,” pungkasnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update