Padang, Rakyatterkini.com — Di tengah geliat usaha kecil di Kota Padang, ada kisah perjuangan dua perempuan tangguh yang bertekad membantu perekonomian keluarga. Mereka adalah ibu dari pemilik usaha Mpek-mpek Moms Beach dan ibu pemilik Lapek Bugih Jo Lamang Baluo Ranah Pasisia.
Keduanya memiliki tujuan serupa: meringankan beban ekonomi keluarga lewat usaha rumahan yang terus mereka bangun. Seperti halnya banyak ibu lainnya, mereka mengutamakan kesejahteraan keluarga dan mengerahkan segala kemampuan untuk mengembangkan usaha kecil yang kini mulai tumbuh.
Untuk meningkatkan kapasitas dan memajukan usaha mereka, kedua perempuan ini menjadi peserta pelatihan “UMKM Naik Kelas” yang digelar Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang bekerja sama dengan Oase Academy by Infosumbar. Pelatihan ini menjadi langkah penting bagi mereka untuk mengasah keterampilan dan memperluas wawasan dalam berbisnis.
Salah satu peserta, Wirda, adalah sosok di balik usaha Mpek-mpek Moms Beach yang berdiri sejak 2024. Usaha ini berawal dari pelatihan yang diadakan BNN, di mana ia terpilih bersama 19 peserta lainnya dari kelurahan. Meski awalnya bekerja secara berkelompok, kini Wirda memilih mengelola usahanya sendiri karena kendala teknis ketika harus mengikuti bazar atau kegiatan lain secara bersama-sama.
Dengan modal terbatas, Wirda memproduksi mpek-mpek ikan seadanya—kadang hanya dua kilogram, bahkan satu kilogram ikan. Produksi baru ia lanjutkan ketika seluruh dagangan sebelumnya laku terjual.
Berbeda dengan Wirda, perjalanan usaha Kartika—pemilik Lapek Bugih Jo Lamang Baluo Ranah Pasisia—dimulai lebih awal, yakni pada 2016. Usaha yang berlokasi di Komplek Gunung Sariak, Kuranji, ini lahir bukan dari pelatihan, melainkan karena desakan kebutuhan ekonomi keluarga.
Memiliki dua anak dan harus membayar biaya rumah kontrakan membuatnya berpikir bahwa pendapatan suami saja tak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dari situlah ia mulai membuat kue tradisional seperti lamang baluo dan lapek bugih, lalu menitipkannya ke warung-warung sekitar. Meski keuntungan tidak besar, Kartika tetap bersemangat demi membantu suami dan memberikan kehidupan lebih baik bagi anak-anaknya.
Kisah dua UMKM ini menunjukkan bahwa tekad, kebutuhan, dan keberanian memulai bisa melahirkan peluang besar. Meski latar belakang keduanya berbeda, semangat mereka sama: membangun perekonomian keluarga dari usaha kecil yang dirintis dari nol.
Sering kali, hasil yang tidak besar pun sudah sangat disyukuri oleh para ibu yang bekerja demi orang-orang yang mereka cintai. Mencari nafkah memang bukan kewajiban seorang ibu, namun memastikan keluarga aman dan hidup nyaman adalah impian setiap ibu. (da*)


