Notification

×

Iklan

Curah Hujan Tinggi Picu Bencana Luas di Kabupaten Agam

Rabu, 26 November 2025 | 17:11 WIB Last Updated 2025-11-26T10:11:00Z

Kondisi jalan terputus di Kabupaten Agam dampak curah hujan tinggi.

Agam, Rakyatterkini.com – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada 22–25 November 2025 menyebabkan bencana alam meluas ke 13 dari 16 kecamatan. Dampak berupa pohon tumbang, banjir, angin kencang, dan tanah longsor.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur, menyampaikan sebelumnya hanya delapan kecamatan yang terdampak. “Sekarang jumlah kecamatan terdampak meningkat menjadi 13,” ujarnya, Rabu (26/11/2025).

Beberapa dampak yang tercatat antara lain:

Banuhampu: Banjir di Nagari Cingkariang merendam tiga rumah, menimpa lima kepala keluarga, dengan ketinggian air mencapai 80 cm.

Ampek Koto: Jalan amblas dan longsor terjadi di enam titik di dua nagari. Pemerintah provinsi telah melakukan survei kerusakan badan jalan.

Tanjung Raya: Tanah longsor, banjir bandang, dan pohon tumbang tersebar di empat nagari.

Palupuh: Pohon tumbang, jalan amblas, dan longsor melanda lima nagari. Seorang warga, Muhammad Daud (35), tertimbun tanah longsor dan masih dalam pencarian.

Palembayan: Tanah longsor dan pohon tumbang memutus jalan provinsi Palembayan–Matur. Banjir setinggi 50 cm hingga 1,5 meter melanda empat nagari.

Lubuk Basung & Malalak: Beberapa nagari mengalami pohon tumbang, tanah longsor, dan banjir.

Tanjung Mutiara: Longsor dan banjir setinggi 50 cm–1 meter.

Matur: Angin kencang merusak tiga rumah, menumbangkan pohon, dan menyebabkan jalan amblas.

Kamang Magek: Banjir menggenangi lahan pertanian di tiga nagari.

Tilatang Kamang: Angin kencang dan rumah tertimbun longsor terjadi di dua nagari.

Sungai Pua: Pohon tumbang tercatat di Nagari Batagak.

Tiga kecamatan yang tidak terdampak adalah Baso, Ampek Angkek, dan Canduang.

BPBD Agam telah berkoordinasi dengan Balai Jalan Wilayah Bukittinggi, Dinas Pekerjaan Umum Sumbar, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Agam, pemerintah kecamatan, dan pemerintah nagari. Satgas juga dikerahkan untuk penanganan darurat, pendataan kerugian, pembersihan material, serta distribusi logistik.

“Kerugian akibat bencana ini masih dalam pendataan. Status tanggap darurat telah kami tetapkan,” jelas Abdul Ghafur.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update